TRIBUNTRAVEL.COM - Berbagai cara diambil beberapa negara di dunia untuk kembali membuka sektor pariwisata.
Satu di antaranya dengan adanya program vaksinasi.
Namun, perlu diketahui penggunaan vaksin di berbagai negara menerima jenis vaksin tertentu.
Seperti halnya vaksin Sinovac.
Sinovac adalah salah satu vaksin buatan perusahaan farmasi China yang digunakan di Indonesia.
Baca juga: Syarat Naik KA Jarak Jauh di Sumatera, Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Covid-19

Pada 1 Juni 2021, Sinovac mendapat persetujuan dalam penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Situs web WHO memuat daftar 39 negara yang menerima Sinovac, antara lain Indonesia, China, Malaysia, dan Thailand.
Kendati demikian, tidak semua negara menerima wisatawan asing yang bervaksin Sinovac.
Sebab, ada beberapa negara yang hanya menerima wisatawan asing bervaksin yang disetujui oleh European Medicines Agency (EMA).
Baca juga: Dua Wisatawan Didenda Rp 362 Juta Gara-gara Palsukan Dokumen Vaksinasi Covid-19
Dilansir TribunTravel dari situs web VisaGuide.World, Selasa (10/8/2021), berikut daftar 45 negara yang menerima wisatawan asing yang disuntik vaksin Sinovac.
1. Albania
2. Armenia
3. Azerbaijan
4. Bangladesh
5. Brazil
6. Kamboja
7. Chile
8. China
9. Kolombia
10. Republik Dominika
11. Timor Leste
12. Ekuador
13. Mesir
14. El Salvador
15. Finlandia
16. Georgia
17. Yunani
18. Hong Kong
19. Islandia
20. Indonesia
Baca juga: Garuda Indonesia Gelar Layanan Vaksin Covid-19 untuk Usia 12 Tahun ke Atas, Cek Cara Daftarnya

21. Kazakhstan
22. Laos
23. Makedonia
24. Malaysia
25. Meksiko
26. Nepal
27. Belanda
28. Oman
29. Pakistan
30. Panama
31. Paraguay
32. Filipina
33. Serbia
34. Afrika Selatan
35. Spanyol
36. Sri Lanka
37. Swiss
38. Tajikistan
39. Thailand
40. Togo
41. Tunisia
42. Turki
43. Ukraina
44. Uruguay
45. Zimbabwe
Baca juga: Dusun Semilir Semarang Layani Vaksinasi pada 23-27 Agustus 2021, Kuota Terbatas untuk 5.000 Peserta
Baca juga: Stasiun MRT Blok A Gelar Vaksinasi Covid-19, Simak Syarat dan Ketentuannya
(TribunTravel.com/Septi Nandiastuti)
Baca selengkapnya terkait vaksinasi Covid-19 bisa klik di sini