TRIBUNTRAVEL.COM - Boyolali di Jawa Tengah terkenal sebagai sentra penghasil susu dan daging sapi.
Jadi tak heran, beragam kuliner khasnya berbahan dasar susu dan daging sapi, termasuk oleh-olehnya.
Ada beragam jenis kuliner khas Boyolali berbahan susu dan daging sapi yang bisa kamu bawa pulang.
TribunTravel merekomendasikan lima oleh-oleh khas Boyolali yang berbahan dasar susu dan daging sapi.
1. Dendeng sapi

Baca juga: Harga Tiket Masuk Kebun Raya Indrokilo Terbaru 2021, Wisata Edukatif yang Instagramable di Boyolali
Selain dibuat menjadi abon, daging sapi juga diolah menjadi dendeng.
Dendeng berupa daging sapi yang diiris tipis dan dibumbui, kemudian dijemur hingga kering.
Di Boyolali, dendeng sapi mentah dijual dalam kemasan plastik.
2. Abon

Baca juga: Harga Tiket Masuk Embung Manajar Juli 2021, Wisata Instagramable di Boyolali Berlatar Gunung Merapi
Abon terbuat dari daging sapi yang diproses hingga menghasilkan serat-serat daging.
Abon biasanya memiliki rasa yang manis dan gurih.
Karena bertektur kering, abon awet disimpan hingga berbulan-bulan.
3. Tahu susu

Baca juga: Harga Tiket Masuk Waduk Cengklik Park, Wisata Baru di Boyolali Buat Liburan Akhir Pekan
Biasanya tahu terbuat dari kedelai, namun tahu di Boyolali justru terbuat dari susu sapi.
Uniknya, tahu susu ini tak dicampur dengan senyawa lain dalam proses pembuatannya.
Terbayang kan betapa lembutnya tahu susu khas Boyolali ini?
4. Keju Boyolali

Baca juga: Kronologi Perahu Wisata di Waduk Kedung Ombo Boyolali Terbalik, Diduga Akibat Kelebihan Muatan
Ternyata tak cuma Eropa yang menghasilkan keju, Boyolali pun bisa.
Di Boyolali, keju terbuat dari susu sapi segar yang diproses sedemikian rupa.
Oh ya, ada dua merek keju yang cukup populer di Boyolali, yaitu keju Meneer dan Indrakila.
5. Dodol susu

Baca juga: Harga Tiket Masuk Kedung Goro Boyolali Terbaru 2021, Jajal Serunya Menyusuri Sungai Berbatu
Seperti namanya, dodol susu khas Boyolali terbuat dari susu sapi.Dodol ini dibuat dari susu sapi segar dan gula yang dimasak dalam waktu cukup lama hingga teksturnya menjadi lengket.
(TribunTravel.com/Sinta Agustina)