Breaking News:

Cegah Hasil Tes PCR dan Vaksin Palsu, Penumpang Pesawat Wajib Punya Aplikasi Pedulilindungi

Demi menghindari pemalsuan tes PCR dan vaksinasi, kini diterapkan aturan baru.Penumpang pesawat diwajibkan memiliki aplikasi mobile Pedulilindungi.

Foto oleh Jan Rosolino di Unsplash
Ilustrasi pesawat yang sedang lepas landas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kamu yang terbang naik pesawat pasti sudah tidak asing dengan persyaratan ini.

Ya, calon penumpang pesawat wajib memiliki hasil tes PCR dan vaksinasi.

Tujuannya untuk mencegah penularan Covid-19 di pesawat.

Sayangnya, beberapa orang justru memanfaatkan hasil PCR dan vaksinasi palsu untuk bisa terbang.

Lebih buruknya lagi, penumpang yang memalsukan data tersebut positif Covid-19.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta-Palembang, Terbang di Akhir Pekan Mulai Rp 289 Ribuan

Ilustrasi - Tes PCR.
Ilustrasi - Tes PCR. (Flickr.com/ Senado Federal)

Baca juga: Pesawat Antonov An-28 Alami Kecelakaan di Siberia, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan

Kejadian tersebut tentu tidak bisa terulang lagi.

Demi menghindari pemalsuan tes PCR dan vaksinasi, kini diterapkan aturan baru.

Penumpang pesawat diwajibkan memiliki aplikasi mobile Pedulilindungi untuk perjalanan udara.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), peraturan ini akan berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Aturan ini dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan bukti tes PCR dan vaksinasi.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, drg Oscar Primadi menyebut informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi.

"Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik," ujarnya, Senin (19/7/2021).

"Mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan," lanjutnya.

Oscar menambahkan, dengan mekanisme tersebut, bisa dipastikan hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR.

"Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi," kata Oscar.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta-Pekanbaru, Terbang Langsung Mulai Rp 400 Ribuan

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

"Saat ini sudah ada sejumlah Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan," tambah Oscar.

Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

"Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat."

"Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus Covid-19," ungkap Oscar.

Baca juga: Daftar Tiket Pesawat Murah Lion Air Rute Jakarta-Palu, Tarif Mulai Rp 1 Jutaan Sekali Jalan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cegah Bukti PCR dan Vaksinasi Palsu, Penumpang Pesawat Wajib Miliki Aplikasi Pedulilindungi

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved