Breaking News:

Kementerian PUPR Akan Bangun Jembatan Kaca di Kawasan Wisata Gunung Bromo

Kementerian PUPR akan membangun jembatan kaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Editor: Sinta Agustina
Tribun Travel/Sinta Agustina
Pemilik kuda di kawasan Gunung Bromo yang menyewakan kudanya untuk mengantar menuju titik pendakian yang berupa ujung tangga menuju kawah Bromo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kementerian PUPR akan membangun jembatan kaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Plt Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusumawardhani sudah mendapat informasi wacana pembangunan jembatan kaca tersebut pada awal tahun 2021.

Bahkan Direktorat Jenderal Bina Marga telah menggelar survei dan bertemu dengan Pemkab Probolinggo dan masyarakat suku Tengger.

Tetapi, pembangunan di kawasan TNBTS harus melalui sesuai regulasi yang ada.

TNBTS memiliki kawasan tujuh zonasi yang terbagi dalam zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, zona tradisional, zona rehabilitasi, zona religi sejarah dan budaya, dan zona khusus.

Baca juga: 9 Kuliner Enak di Malang untuk Menu Sarapan, Ada Bubur Kayungyun hingga Nasi Jejen

"Prinsipnya, harus dilihat dahulu sesuai zona atau tidak. Itu butuh kajian matang. Ada syarat dan UU yang mengatur terkait pembangunan di TNBTS," ucap Novita kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu, (5/6/2021).

Turis menikmati keindahan Matahari terbit dari Bukit Penanjakan kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru (TNBTS), Rabu (25/4/2018).
Turis menikmati keindahan Matahari terbit dari Bukit Penanjakan kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru (TNBTS), Rabu (25/4/2018). (TRIBUNTRAVEL.COM/SRI JULIATI)

Pembangunan kaca tersebut merupakan proyek masterpiece wisata yang beda dari lain.

Jembatan kaca tersebut akan dibangun di Cemoro Lawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Lokasi tersebut dipilih karena memiliki pemandangan cukup bagus.

Wisatawan bisa menikmati langsung pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dari atas jurang.

Tetapi, rencana pembangunan jembatan kaca di lokasi itu sempat mendapat penolakan dari masyarakat adat karena berada di atas gua yang disucikan.

Akhirnya, lokasinya dialihkan agar bisa diterima oleh masyarakat.

Baca juga: 5 Hotel Murah Dekat Kawasan Gunung Bromo, Tarif Inap Mulai Rp 99 Ribuan dan Lengkap Fasilitasnya

"Sebenarnya lokasinya ini berada di kawasan TNBTS. Memang ada pro kontra dalam wacana pembangunan ini," kata dia.

"Kalau dilihat dari sisi positifnya, maka pengunjung tidak langsung berdekatan dengan kawasan TNBTS. Dan ini juga dilakukan untuk memecah kunjungan yang biasanya cukup ramai di Penanjakan. Jadi ada spot lain," jelasnya.

Naik jip di Gunung Bromo Tengger
Naik jip di Gunung Bromo (Kompas.com/Reza Pahlevi)

Novita menambahkan Pemkab Malang juga mengusulkan pembangunan jembatan kaca ini ke Kementerian PUPR.

Pihaknya tidak bisa memberikan banyak komentar terkait usulan dari para pemerintah daerah tersebut.

Novita hanya mengatakan, rencana pembangunan jembatan nantinya harus ada kajian lingkungannya.

"Sebenarnya kami tidak bisa menjawab, karena bukan wewenang kami. Tapi secara internal, dengan Pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rencana pembangunan jembatan kaca ini harus ada kajian lingkungan, termasuk secara legalnya. Karena ketika masuk TNBTS harus ada izinnya juga," tandasnya.

Baca juga: 83 Stasiun Kereta Api Buka Layanan Rapid Test Antigen, Berikut Daftar Lokasinya

Wisata Gunung Bromo tutup selama PPKM Darurat

Wisata Gunung Bromo juga tutup sementara seiring dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dilaporkan Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved