Breaking News:

Kapal Penuh Zat Beracun Tenggelam di Sri Lanka, Sebabkan Kematian Penyu, Lumba-lumba hingga Paus

Bangkai penyu, lumba-lumba dan paus ditemukan di kawasan pantai Sri Lanka setelah kapal penuh zat beracun tenggelam di Samudera Hindia.

Flickr/ Hanumann
Ilustrasi - bangkai penyu ditemukan di kawasan pantai Sri Lanka setelah kapal penuh zat beracun tenggelam di Samudera Hindia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah kapal kargo yang membawa bahan kimia beracun tenggelam di lepas pantai Kolombo, Sri Lanka pada 2 Juni 2021.

Insiden tersebut tentu mengakibatkan kondisi laut di sekitarnya terkontaminasi.

Akibatnya, sebanyak 176 bangkai penyu, 20 bangkai lumba-lumba dan 4 bangkai paus ditemukan terdampar di kawasan pantai Sri Lanka.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat pemerintah setempat dalam pengadilan pada Rabu (30/6/2021) pekan lalu.

Baca juga: 20 Mayat Ditemukan dalam Kapal yang Mengambang di Atlantik, Identitas dan Kematian Masih Misterius

Melansir laman Insider, Wakil Jaksa Agung Madawa Tennakoon mengatakan bahwa kehidupan laut terbunuh oleh zat beracun yang dilepaskan dari kapal X-Press Pearl ketika terbakar pada 20 Mei dan tenggelam pada 2 Juni 2021.

X-Press Pearl setinggi 610 kaki membawa lebih dari 1.000 kontainer, termasuk 25 metrik ton asam nitrat, yang digunakan dalam pupuk dan bahan peledak, bersama dengan 350 metrik ton bahan bakar.

Ilustrasi - bangkai penyu di kawasan pantai Sri Lanka
Ilustrasi - bangkai penyu di kawasan pantai Sri Lanka (Flickr/ MEDASSET)

Kapal itu juga memiliki 78 ton pelet plastik yang disebut nurdles, yang dapat menyerap racun dan sering disalahartikan sebagai makanan oleh spesies laut.

Kru penyelamat dan tentara masih membersihkan miliaran pelet ini dari pantai Sri Lanka.

Pelet tersebut bisa mematikan bagi hewan jika dikonsumsi.

Baca juga: Viral di Medsos, Video Bangkai Kapal FV Viking yang Ditenggelamkan Susi Pudjiastuti di Pangandaran

Baca juga: Melihat Fasilitas Kapal Antik Gok Nauli yang Sukses Jelajahi Danau Toba

Penangkapan ikan, yang diandalkan oleh ribuan penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan, dilarang di daerah itu karena minyak, puing-puing kapal, dan racun tumpah ke laut.

Sebagian besar kehidupan laut yang mati di pantai terkait langsung dengan bahan kimia ini, kata Menteri Lingkungan Hidup Mahinda Amaraweera.

Baca juga: Viral Video Momen Menegangkan Kapal Tanker Minyak Bertahan Dihantam Ombak Besar

"Selama musim angin muson barat daya, makhluk laut tidak pernah mati dengan cara ini," katanya.

X-Press Pearl diyakini terbakar karena kebocoran asam nitrat di salah satu wadahnya, yang ditandai oleh krunya sebelum memasuki perairan Sri Lanka, menurut The New York Times.

Operatornya yang berbasis di Singapura, X-Press Feeders, mengatakan kapal itu telah ditolak dari pelabuhan di India dan Qatar ketika mencoba membongkar kontainer yang bocor.

Lima belas orang, termasuk kapten kapal Rusia, telah dituduh melanggar Undang-Undang Pencegahan Pencemaran Laut Sri Lanka dan menghadapi tuntutan perdata atas kerusakan pencemaran dari kapal karam.

Baca juga: 8 Kru Positif Covid-19, Kapal Pesiar Mewah Tunda Pelayaran

Baca juga: Viral di Medsos, Detik-detik Kapal Berisi Empat Penumpang Diselamatkan dari Tepi Bendungan

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya artikel terkait kapal di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved