TRIBUNTRAVEL.COM - Campervan umumnya digunakan untuk perjalanan yang bersifat sementara.
Namun sebuah keluarga di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat (AS) menjadikan campervan sebagai tempat tinggal mereka.
Pasangan suami istri Trent dan Siobhan Walker pertama kali menjajal road trip pada 2015.
Bersama kelima anak lelakinya, Trent dan Siobhan melakukan perjalanan ke California.
Di sana, mereka menjadi relawan untuk membantu sebuah organisasi.
Mereka mengumpulkan buah dan sayuran dari pertanian dan mengirimkan produknya ke orang yang membutuhkan di seluruh dunia.
Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Road Trip Naik Campervan di Selandia Baru

Keluarga itu sebenarnya sangat ingin berpetualang, namun mereka tak bisa ke mana-mana karena harus membantu organisasi tersebut.
"Kami merasa perlu melihat banyak hal. Kami perlu dibangunkan akan kehidupan dan keindahan dan alam," ujar Siobhan pada Insider.
"Saya dan istri saya mengamati dengan seksama apa yang kami lakukan dengan hidup kami, dan kami sepertinya akan sedikit lebih bebas jika kami tidak menjadi relawan," jelasnya.
Siobhan kemudian memutuskan untuk menjual rumah mereka dan membeli sebuah campervan untuk mereka tinggali.
Trent dan Siobhan pun harus mempertimbangkan kelima anak mereka.
Saat itu anak bungsunya berusia 1 tahun, sedangkan yang tertua berusia 9 tahun.
Siobhan mengatakan, anak tertua mereka sangat berat hati, karena ia harus meninggalkan teman-temannya dan tim bisbolnya, yang ia cintai.
"Itu sedikit lebih sulit baginya karena dia memiliki ingatan dan nostalgia yang melekat pada kota tempat kami tinggal," ungkap Siobhan.
Baca juga: Tren Road Trip di Masa Pandemi, Simak 7 Tipsnya Agar Parjalananmu Aman dan Menyenangkan
Siobhan akhirnya membeli campervan 1995 Foretravel dengan luas sekira 97,5 meter persegi.
Siobhan dan sang istri tidur di kamar belakang, sedangkan anak-anaknya tidur di ruang keluarga.
Karena merasa kurang nyaman, mereka akhirnya merenovasi campervan itu.
Mereka pun menempatkan sebuah sofa yang dapat ditarik menjadi tempat tidur, sehingga pada siang hari campervan tersebut tetap terasa luas.
Sementara saat malam hari, anak-anak mereka dapat tidur dengan nyaman.
Campervan itu memiliki dapur cukup luas dan memiliki oven, kompor, microwave, dan kulkas.
Ada juga meja lipat yang muat untuk ketujuh anggota keluarga.
Sementara itu, kamar mandi dipisahkan menjadi dua ruang.
Di satu sisi, ada pancuran, toilet, dan wastafel.
Di dinding seberangnya terdapat lemari, yang merupakan tempat para Walkers menyimpan pakaian dan barang-barang pantry tambahan mereka.
Setelah 6 tahun perjalanan
Kini, anak tertua mereka berusia 15 tahun dan yang termuda berusia 6 tahun, dan semuanya telah beradaptasi dengan kehidupan di jalan.
"Orang-orang tidak begitu memahaminya, tetapi campervan kami benar-benar rumah kami," ungkap Siobhan.
"Mereka tidak benar-benar ingat bahwa berada di rumah. Rumah bagi mereka adalah mesin beroda empat itu," lanjutnya.
Baca juga: 4 Kisah Road Trip Paling Seru Sepanjang 2020, Ada yang Keliling Eropa-Asia Naik Mobil Selama 7 Tahun
Pada 2019, keluarga itu memutuskan untuk pindah ke Hawaii secara permanen dan hanya tinggal di campervan selama bulan-bulan musim panas.
Mereka memutuskan untuk membuat perubahan gaya hidup ini karena anak-anak mereka telah tumbuh dewasa.
"Sulung kami, dia berusia 15 tahun, dan dia akan menjadi seorang pria. Dia bukan anak kecil lagi," kata Siobhan.
Baca juga: Usai 7 Tahun Road Trip Keliling Dunia, Keluarga Ini Putuskan Menetap di Sebuah Kapal
Ia melanjutkan, anak-anak mereka membutuhkan hubungan sosial dan itu bisa didapatkan dari sekolah dan tempat umum lain.
Kendati demikian, Siobhan mengaku bahwa kehidupan di jalan sebenarnya lebih kaya akan pengalaman.
"Pendidikan di jalan jauh lebih kaya. (Rasa) komunitas jauh lebih kaya," ungkap dia.
"Banyak orang yang merupakan (wisatawan) penuh waktu merasa seperti mereka kekurangan komunitas, tetapi saya pikir ketika Anda melakukannya dengan cara yang benar, Anda sebenarnya memiliki komunitas yang lebih luas dan ekspresi yang jauh lebih besar tentang seperti apa komunitas itu," jelas Siobhan.
(TribunTravel.com/Sinta A.)