Breaking News:

Sudah Tawar Menawar Tidak Jadi Beli, Wisatawan Mengaku Ditendang Penjual di Malioboro

Wisatawan mengaku dirinya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan setelah tawar menawar harga tapi tidak jadi membeli barang di oknum PKL Malioboro.

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
KAWASAN PEDESTRIAN. Warga beraktivitas di kawasan jalan Malioboro, kota Yogyakarta, Senin (5/11/2018). Direncanakan akan dilaksanakan ujicoba pelaksaaan jalan Malioboro menjadi kawasan pedestrian secara penuh hanya bus Transjogja dan kendaraan tak bermotor yang boleh melintas. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kawasan Malioboro kembali digegerkan dengan komentar warganet akun @azizah2291 di kolom komentar akun Instagram resmi Pemerintah Kota Yogyakarta.

Akun tersebut menulis komentar mengaku dirinya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan setelah tawar menawar harga tapi tidak jadi membeli barang di oknum PKL Malioboro.

Setelah tidak jadi beli ia ditendang oleh oknum PKL di Kawasan Malioboro.

Komentar tersebut dikirim pada tanggal 28 Mei 2021.

Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto mengimbau kepada wisatawan agar tidak takut untuk melapor kepada petugas-petugas yang ada di Kawasan Malioboro.

Selain mengimbau untuk melakukan laporan langsung, dirinya juga meminta kepada wisatawan untuk berani menunjuk siapa PKL yang melakukan perbuatan tidak mengenakan dalam hal ini menendang wisatawan yang tidak jadi membeli barang di Kawasan Malioboro.

"Berpesan kepada wisatawan untuk jangan takut tunjukan jika mendapat perlakuannya, tunjukan posisinya, sehingga kami dalam mengambil tindakan itu juga tepat sasaran.

Baca juga: Turis Pria Gali Tambang di Taman Nasional, Tak Disangka Dapat Berlian 2,2 Karat

Baca juga: Tarif di Bawah Rp 100 Ribu, Ini 6 Hotel Murah Dekat Malioboro Jogja untuk Staycation

Baca juga: Liburan ke Jogja, Ini 5 Hotel Murah Dekat Malioboro yang Cocok untuk Staycation

Jangan sampai melakukan tindakan yang laporannya itu tidak jelas posisinya di mana, nanti justru tindakannya salah sasaran," katanya, Selasa (1/6/2021).

Ia mengatakan bahwa selama ini PKL sangat menggantungkan hidupnya pada kunjungan yang berkunjung ke Kawasan Malioboro.

"Kami PKL sangat berharap pada wisatawan karena kami hidup dari wisatawan, kami tak mungkin melakukan yang semena-mena," ujarnya.    

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved