Breaking News:

Fakta Poena Cullei, Hukuman Terkejam Zaman Romawi Kuno

Hukuman karena melanggar undang-undang ini seringkali berat, tetapi tidak lebih dari poena cullei.

Anatoly Kalmykov /Pixabay
Ilustrasi pertandingan di zaman Romawi Kuno 

TRIBUNTRAVEL.COM - Romawi kuno dipandang sebagai satu peradaban paling kuat dalam sejarah.

Selama 1.000 tahun keberadaannya, Romawi Kuno memegang kekuasaannya di Eropa.

Kaisar-kaisarnya menjalankan, mengubah, dan menghapus hukum agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat (dan diri mereka sendiri).

Hukuman karena melanggar undang-undang ini seringkali berat, tetapi tidak lebih dari poena cullei , yang dianggap sebagai satu hukuman Kekaisaran yang paling kejam.

Baca juga: 51 Fakta Unik Vietnam, Negara di Asia Tenggara yang Terkenal akan Wayang Air dan Kota Kuno Hoi An

Masyarakat Romawi pada dasarnya patriarkal

Romawi kuno pada dasarnya bersifat hierarkis.

Laki-laki tertua dianggap sebagai yang teratas dalam hierarki keluarga, yang berarti dia tidak hanya memiliki kekuasaan mutlak atas keluarga dekatnya, tetapi juga atas kehidupan kerabat besarnya juga.

Dia memegang kendali atas bisnis dan urusan keluarga dan diberi tempat yang luas dalam hal memberikan hukuman kepada anak-anaknya.

Mengingat aturan ini, pembunuhan terhadap seorang ayah - dianggap sebagai satu kejahatan terburuk yang dapat dilakukan seseorang.

Orang Romawi Kuno melihat tindakan seperti itu sebagai tidak tahu berterima kasih dan ancaman bagi masyarakat secara keseluruhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved