Breaking News:

Fakta Aneh Kentut, Sebabkan Pembunuhan dan Jatuhnya Klan Samurai di Jepang

Prefektur Chiba Jepang pernah diperintah oleh seorang samurai yang kematiannya terkait dengan masalah kentut.

Krys Amon / Unsplash
Samurai di Jepang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Era samurai adalah periode kekerasan dalam sejarah Jepang.

Khususnya pada periode Sengoku , anggota dari kelas kesatria kurang lebih terus-menerus berada dalam risiko bahwa hidup mereka bisa berakhir secara tiba-tiba sebagai akibat dari perselisihan atas tanah, kekuasaan, atau kehormatan.

Atau, dalam kasus seorang samurai terkemuka, kematiannya disebabkan oleh kentut, TribunTravel melansir dari laman soranews.

Chiba Kunitane adalah penguasa ke-29 dari klan Chiba , yang menguasai bagian timur Jepang yang kemudian disebut Shimosa (sekarang Prefektur Chiba ).

Pada 1585, seperti kebiasaan, Kunitane memanggil pengikutnya ke Kastil Sakura, benteng utama klan Chiba, untuk merayakan Tahun Baru.

Selama perayaan, pelayan Kunitane, Kuwata Mangoro, kentut di depan tuannya.

Baca juga: Kafe Terbaik di Tokyo Jepang Ini Dibangun karena Balas Dendam? Begini Kisahnya

Baca juga: Tarik Kunjungan Wisatawan, Jepang Bangun Monumen Aneh Senilai Rp 3,2 Miliar

Ketika Mangoro kentut untuk kedua kalinya, Kunitane mulai menghukum pembantunya karena dianggap kurang sopan, yang ditanggapi Mangoro:

“Kentut tidak peduli tentang kapan dan di mana mereka keluar, jadi mengapa kamu harus berteriak padaku di depan pengikutmu?”

Kunitane bereaksi dengan marah, entah karena tidak setuju dengan alasan bawahannya, atau karena tidak tahan dibantah oleh bawahannya.

Kunitane menendang Mangoro ke tanah dan meraih gagang pedangnya, dan hanya melalui intervensi dari para pengikutnya yang berkumpul, Kunitane dihentikan dari menebas Mangoro saat itu juga.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved