Breaking News:

Kisah Pegasus, Pesawat yang Lebih dari 50 Tahun Terkubur di Antartika

Pesawat Pegasus berjenis jenis Lockheed C-121 Constellation dibiarkan terbengkalai di Antartika setelah pendaratan darurat pada tahun 1970.

Flickr/ Alan Light
Pegasus Field, Antartika. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Terkadang sisa-sisa pesawat yang jatuh dibiarkan selama berpuluh-puluh tahun.

Ada sejumlah faktor mengapa pesawat tidak dievakuasi, termasuk sudah rusak parah dan lokasi jatuhnya yang terlalu sulit dijangkau.

Inilah yang terjadi pada jenis Lockheed C-121 Constellation di Antartika.

Melansir laman Simple Flying, pesawat dengan nama Pegasus tersebut dibiarkan terbengkalai setelah pendaratan darurat pada tahun 1970.

Baca juga: Viral di TikTok, Pramugari Ini Bagikan Tata Cara Salat di Pesawat

Kembali pada 8 Oktober 1970, Pegasus melakukan penerbangan terakhirnya.

Pesawat berangkat dari Bandara Christchurch (Selandia Baru) dan terbang selama 10,5 jam menuju Antartika.

Di dalam pesawat ada 80 orang, 12 awak dan 68 penumpang.

Sebanyak 12 awak ini termasuk komandan, dua co-pilot, dan dua navigator, dua insinyur penerbangan, seorang operator radio, dan dua loadmaster.

Lockheed C-121 Constellation (Connie) sedang menuju ke Stasiun McMurdo ketika menghadapi badai yang dahsyat.

Salju dan es yang tertiup angin kencang membuat kondisi visibilitas hampir nol.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved