Breaking News:

Geser Selandia Baru, Singapura Jadi Tempat Terbaik Selama Pandemi Covid-19

Singapura dinobatkan sebagai tempat terbaik selama pandemi Covid-19 oleh Bloomberg, sebagian besar berkat upaya vaksinasi yang berhasil dilakukan.

Squirrel_photos/Pixabay
Patung Merlion di Singapura 

TRIBUNTRAVEL.COM - Singapura dinobatkan sebagai tempat terbaik selama pandemi Covid-19 oleh Bloomberg.

Negara kepulauan Asia Tenggara tersebut mengalahkan Selandia Baru dari posisi teratas dalam 'Covid Resilience Ranking' yang dirilis oleh Bloomberg.

Pencapaian ini sebagian besar berkat upaya vaksinasi yang dilakukan Singapura.

Melansir laman Insider, Singapura telah memberikan dosis vaksin yang cukup untuk mencakup hampir 20 persen dari 5,7 juta populasinya.

Baca juga: Travel Bubble Singapura dan Hong Kong Akan Dibuka Mulai Mei 2021

Selandia Baru, yang dipuji karena keberhasilannya menangani pandemi, hanya memvaksinasi sekira 1,9 persen dari populasinya.

Australia, yang menempati peringkat ketiga dalam Covid Resilience Ranking, telah memvaksinasi sekira 3,7 persen populasinya.

Ilustrasi Orchard Road, Singapura
Ilustrasi Orchard Road, Singapura (Photo by Hannah Sibayan on Unsplash)

Sementara negara lain seperti Israel, Taiwan, dan Korea Selatan juga berada di antara 10 peringkat teratas.

Peringkat Bloomberg berdasarkan kasus Covid-19 di masyarakat, tingkat kematian, dan persentase populasi yang tercakup oleh vaksin.

Ini juga mempertimbangkan faktor kualitas hidup seperti tingkat keparahan penguncian, pergerakan orang di ruang ritel dan kantor, dan cakupan perawatan kesehatan.

Bloomberg mengatakan tiga negara teratas (Singapura, Selandia Baru, dan Australia) memberikan "kualitas hidup pra-pandemi" kepada penduduk mereka dengan pengecualian perjalanan internasional.

Perbatasan ketiga negara telah ditutup untuk sebagian besar turis asing selama lebih dari setahun, namun masing-masing negara dengan hati-hati ingin membuka pariwisata dengan negara lain yang telah berhasil mengendalikan virus.

Awal bulan ini, Selandia Baru dan Australia membuka travel bubble bebas karantina antara kedua negara selama tidak ada laporan wabah virus baru.

Sedangkan Singapura mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan meluncurkan travel bubble dengan Hong Kong pada 26 Mei 2021.

Australia bahkan juga sedang dalam pembicaraan dengan Singapura untuk menerapkan travel bubble.

Singapura mengambil tindakan cepat pada musim semi lalu ketika virus mulai menyebar ke seluruh wilayah.

Pada Maret 2020, Singapura menutup perbatasannya untuk turis asing dan menerapkan karantina wajib selama 14 hari untuk penduduk yang kembali.

Bulan berikutnya, Singapura memberlakukan penguncian ketat selama dua bulan yang disebut 'circuit breaker'.

Sejak berakhirnya penguncian pada bulan Juni 2020 lalu, kehidupan di Singapura berangsur-angsur kembali ke keadaan normal.

Pada bulan Juni dan Juli 2020, Singapura mulai mengizinkan pembukaan kembali bisnis ritel, hotel, bioskop, dan tempat ibadah dengan kapasitas terbatas.

Pada bulan November 2020, jalur pelayaran mulai menawarkan 'pelayaran tanpa tujuan' bagi penduduk Singapura, yang dimulai dan diakhiri di Singapura tanpa ada perhentian di tempat lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved