Breaking News:

Mengenang Tragedi Kapal Selam Kursk Milik Rusia yang Tenggelam Tahun 2000

Salah satu kapal angkatan laut Rusia yang paling canggih, tenggelam di Laut Barents pada 12 Agustus 2000 dengan hilangnya semua 118 orang di dalamnya.

Pixabay/ @12019
Ilustrasi kapal selam. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebanyak 53 prajurit TNI gugur dalam insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Proses evakuasi masih terus dilakukan hingga saat ini.

Tragedi ini,mengingatkan pada tragedi tenggelamnya kapal selam Kursk milik Rusia.

Melansir dari laman BBC (27/4/2021), Salah satu kapal angkatan laut Rusia yang paling canggih, tenggelam di Laut Barents pada 12 Agustus 2000 dengan hilangnya semua 118 orang di dalamnya.

Baca juga: 11 Bencana Kapal Selam Terparah dalam Sejarah, Kecelakaan USS Thresher Tewaskan 129 Awak

Ilustrasi kapal selam
Ilustrasi kapal selam (Pixabay/ @12019)

Ledakan bahan bakar dari torpedo tua menyebabkan kecelakaan tersebut.

Tanggapan Moskow terhadap salah satu bencana terbesar dalam sejarah angkatan laut Rusia ini banyak dikritik.

Kerabat dan anggota armada utara Rusia akan melemparkan karangan bunga ke laut untuk mengenang insiden tersebut.

Bendera setengah tiang dikibarkan di markas besar, semua armada angkatan laut Rusia, dan upacara serta keheningan beberapa menit diadakan di Museum Pusat Angkatan Darat Moskow.

Tanggapan awal terhadap bencana pada tahun 2000 itu sangat kacau.

Setelah kontak radio hilang, masih ada penundaan yang belum dapat dijelaskan sebelum misi pencarian dan penyelamatan diluncurkan.

Meskipun kapal selam itu terletak hanya 100 m di bawah permukaan laut, upaya untuk menemukannya dan mencapainya berulang kali gagal.

Beberapa hari sebelum pihak berwenang memberi tahu kerabat bahwa ada sesuatu yang salah dan Presiden saat itu, Vladimir Putin, awalnya tetap berlibur.

Rusia akhirnya menerima bantuan internasional, tetapi ketika penyelam Norwegia membuka palka Kursk 10 hari kemudian, mereka menemukan kapal itu kebanjiran dan semua orang didalamnya tewas.

Banyak yang tewas dalam beberapa detik setelah ledakan awal, tetapi yang lain selamat selama beberapa jam.

Pejabat Rusia awalnya menyarankan kapal selam itu mungkin bertabrakan dengan kapal asing atau dengan ranjau yang tersesat.

Namun, ternyata ledakan itu disebabkan oleh bahan bakar yang bocor dari torpedo.

Hal ini memicu kebakaran yang kemudian menyebabkan semua amunisi di kapal meledak.

Perahu itu diangkat dan semua jasadnya ditemukan pada tahun 2001.

TONTON JUGA :

Kapal Selam Milik Prancis Akhirnya di Ditemukan Setelah 50 Tahun Menghilang

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved