Breaking News:

7 Fakta Coca-cola, Cuma 2 Orang Saja yang Tahu Resep Minuman Populer Dunia Ini

Keberadaan Coca-cola bukan tanpa kontroversi. Banyak kisah pertempuran hukum, rahasia, persaingan pasar, dan insiden menarik dari masa lalu.

Couleur /Pixabay
Kumpulan tutup coca-cola 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kamu pasti sudah tak asing dengan Coca-cola.

Minuman bersoda ini cukup populer di dunia.

Keberadaan Coca-cola bukan tanpa kontroversi.

Banyak kisah kontroversi, pertempuran hukum, rahasia, persaingan pasar, dan insiden menarik dari masa lalu.

Jadi, inilah beberapa fakta Coca-cola yang akan memuaskan keingintahuan kamu.

Dilansir TribunTravel dari laman unbelievable-facts.com, berikut deretan fakta Coca-cola.

1. Selama akhir 90-an, Coca-cola menguji mesin penjual otomatis yang mengubah harga dengan memanfaatkan konsep penawaran dan permintaan.

Dengan kenaikan jumlah penjualan dari mesin penjual otomatis, Coca-cola ingin menjadi kreatif dengan harga mereka.

Mesin-mesin itu mulai menjadi sumber keuntungan penting bagi perusahaan.

Juga pada saat itu, Jepang sudah melakukan hal yang sama dengan beberapa mesin penjual otomatis dengan mengubah harga berdasarkan suhu luar menggunakan modem nirkabel.

Namun, saingan beratnya, Pepsi, menyatakan mereka tidak mengerjakan teknologi semacam itu dan membuatnya lebih mudah bagi konsumen untuk membeli minuman ringan.

2. Coca-cola digugat oleh Dr Pepper pada 1972 karena pelanggaran mereka dagang.

Ini bukan pertama kalinya Dr Pepper dan Coca-cola berkonflik.

Dalam insiden lain pada 1951, Coca-cola dituntut USD 750.000 karena menjual nikel Coca-cola dengan biaya rendah.

Kemudian pada 1980-an, Coca-cola mencoba mengakuisisi Dr Pepper dan Seven-Up tetapi gagal melakukannya.

Sebagai gantinya, Dr Pepper dan Seven Up bergabung menciptakan Pepper / Seven Up Inc. tetapi kehilangan hak merek internasional mereka untuk Coca-cola.

Upaya Coca-cola selanjutnya untuk mengakuisisi perusahaan diblokir oleh Komisi Perdagangan Federal untuk mencegah monopoli atas industri minuman.

3. The American Coca-cola menghabiskan sebanyak USD 1,5 juta untuk para ilmuwan agar berpendapat obesitas tidak disebabkan oleh minuman ringan dan daripada mengurangi konsumsinya, orang harus berolahraga lebih banyak.

Menurut New York Times, Coca-cola mengatakan mereka telah meneliti produk mereka untuk waktu yang sangat lama.

Mereka juga mengatakan mereka telah bekerja pada masalah nutrisi dan kebugaran dengan para ahli di bidang-bidang itu dan penting para peneliti menjaga transparansi mengenai pendanaan dan temuan mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved