Breaking News:

Liburan Akhir Pekan

8 Bangunan Bersejarah di Semarang, dari Pasar Johar hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Bangunan bersejarah di Semarang ini tak cuma mempertahankan arsitekturnya, tapi juga memiliki sejarah di dalamnya.

Hilda B Alexander/Kompas.com
Pasar Johar, satu bangunan bersejarah di Semarang 

TRIBUNTRAVEL.COM -Kota Semarang menjadi satu tempat di Indonesia yang masih mempertahankan bangunan bersejarahnya.

Jika kamu liburan ke Semarang, kamu akan menemukan deretan bangunan bersejarah yang masih terjaga dengan baik.

Bangunan bersejarah di Semarang ini tak cuma mempertahankan arsitekturnya, tapi juga memiliki sejarah di dalamnya.

Dari Pasar Johar hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas.

Berikut 8 bangunan bersejarah di Kota Semarang yang bisa kamu kunjungi untuk liburan akhir pekan, dikutip dari laman semarangkota.go.id:

1. Puri Gedeh

Puri Gedeh adalah Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah. Bangunan ini masuk dalam daftar bangunan kuno di Kota Semarang.

Sebelum menjadi rumah dinas, Puri Gedeh adalah rumah milik keluarga Liem kemudian ditempati pertama kali oleh Gubernur Soepradjo Roestam dan diikuti oleh gubernur selanjutnya.

Rumah dinas Puri Gedeh berada di Jalan Gajah Mungkur tepatnya di barat Taman Gajah Mungkur.

2. Gedung Keuangan Negara Semarang

2 dari 4 halaman

Di Gedung Keuangan Negara Semarang dulu berdiri gedung Het Groote Huis (balai kota) yang menggantikan Staadhuist di Brajangan.

Karena bentuk seperti balok persegi panjang banyak yang menyebut gedung ini dengan nama Gedung papak.

Selain sebagai balaikota, gedung papak ini pernah difungsikan sebagai kantor polisi dan Kantor Karesidenan, Kantor Pos dan keuangan dan Ruang sidang Raad Van Justice (Pengadilan Untuk Rakyat Eropa).

Pada tanggal 30 Nopember 1954 Gedung papak ini terbakar. Lalu dibangunlah gedung dengan bentuk seperti sekarang ini dan befungsi menjadi Gedung Keuangan Negara.

3. Masjid Layur Kampung Melayu

Masjid Layur adalah salah satu bangunan kuno di kota Semarang.

Bangunan masjid sendiri tidak bergaya Arab dan lebih didominasi unsur lokal.

Lantai bangunan setangkup tersebut dinaikkan dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka

Walaupun sudah berusia tua, masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah.

Lokasi masjid ini disebut Kampung Melayu karena sejak tahun 1743, telah menjadi pemukiman yang sebagian besar adalah orang melayu.

3 dari 4 halaman

Kala itu di kampung ini terdapat pelabuhan yang disinggahi oleh pedagang.

Penambahan menara pada bagian depan masjid membuat masjid tersebut dikena dengan nama masjid menara.

4. Gereja Katolik St Yusuf dan Pastoran Ronggowarsito

Komplek Gereja St. Jusuf yang dibangun antara 1870 – 1875, Di komplek tersebut ada gereja, pastoran dan gedung pertemuan.

Bangunan komplek tersebut berbeda dengan bangunan sekitarnya.

Ciri yang mencolok dari bangunan ini adalah bangunan bahan bata klinker. Bagian Tengah bangunan menjulang tinggi dengan jendela yang membentuk busur yang meruncing ke arah puncak.

Awalnya Gereja Katolik di Semarang adalah sebuah rumah penduduk. Pad tanggal 1 Agustus 1808, setelah Semarang dinyatakan sebagai stasi kedua di Nusantara dipilihlah Santo Yusuf sebagai pelindung cikal bakal gereja tersebut.

Menjelang tahun 1870 barulah diperoleh sebidang tanah di Gedangan yang disebut demikian karena pada masa sebelumnya tanah tersebut ditumbuhi pohon pisang.

Pada tanggal 1 Oktober 1870diselenggarakan upacara perletakan batu pertama bagi Gereja Saanto Yusuf . Gereja ini adalah Gereja Katolik pertama di Semarang.

5. Jembatan Berok

4 dari 4 halaman

Pengunjung terlihat asyik menikmati pesona bangunan di rumah tembok akar tepatnya di depan Gedung Monod Diephuis salah satu bangunan peninggalan zaman Belanda di Kawasan Kota Lama Semarang dengan mengendarai sepeda, Jumat (11/1/2019). Rute keliling Kota lama dengan mengendarai sepeda mulai dari Taman Sri Gunting (Gereja Blenduk), Jembatan Berok, Kantor Pos, Stasiun Tawang, Cendrawasih, Gedung Marabunta dan kembali lagi ke Taman Srigunting.

Jembatan Berok Semarang adalah merupakan jembatan yang melintas Kali Semarang.

Dulu, jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Kota lama/ Oud Standt yang dipagari dengan benteng berbentuk segi lima (Benteng Vijfhoek) dengan bagian kota yang lain.

Benteng tersebut kemudian dibongkar pada tahun 1842 dan jembatan ini dibiarkan saja. Jembatan ini terletak pada gerbang barat atau Gouvernementsport.

Jembatan berok sempat bernama Gouvernementsbrug diganti dengan Sociteisbrug. Namun sekarang terkenal dengan sebutan Jembatan Berok.

Nama Berok kolom ini berasal dari pelafalan brug oleh warga sekitar.

6. Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Menurut inskripsi yang terdapat di atas pintu mercusuar, bangunan di Pelabuhan Tanjung Emas dibangun pada tahun 1884.

Tidak diketahui detail pembangunan mercusuar tersebut. Namun diduga erat kaitannya dengan pengembangan pelabuan sebagai pelabuhan ekspor hasil bumi oleh Pemerintah Kolonial pada waktu itu.

Pada masa menjelang akhir abad 19 Jawa merupakan penghasil gula nomor 2 di dunia.

Gudang-gudang di pelabuhan disempurnakan demikian pula dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini agar dapat disingahi kapal dagang yang lebih besar.

Pemerintahan Belanda mendirikan mercusuar serupa di beberapa tempat di jawa pada waktu yang hampir bersamaan.

7. Pasar Johar Semarang

Pada tahun 1860 cikal bakal Pasar Johar telah menempati bagian timur alun-alun dan dipagari oleh deretan pohon johar ditepi jalan.

Dari sinilah nama Pasar johar itu lahir.

Lokasi pasar ini disebelah barat pasar Semarang yang disebut seagai Pasar Pedamara dan berdekatan pula dengan penjara. Sehingga Pasar Johar menjadi tempat menanti orang yang menengok kerabat di penjara.

Pada 1931 itu gedung penjara tua yang terletak didekat pasar johar dibongkar sehubungan dengan rencana pemerintah kota untuk mendirikan Pasar Central modern.

Pasar Central lantas didirikan untuk mempersatukan fungsi lima pasar yang telah ada, yaitu Pasar Johar, Pasar Pedamaran, Pasar Beteng, Pasar Jurnatan dan Pasar Pekojan.

8. Toko Oen

Toko Oen adalah salah satu restoran tertua di Indonesia dengan menu masakan Indonesia, chinese food, serta Belanda. Restoran Oen ini semula dimiliki oleh orang inggris bernama Grillroom.

Pada  1936, restoran ini dibeli oleh Oen Tjoe Hok, kemudian diwariskan kepada Oen Liem Hwa.

Sedangkan manager yang mengelola operasional restoran ini bernama Djoa Kok Tie.

Restoran Oen terdapat di semua kota besar di Jawa, antara lain Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Kemudian diwariskan kepada anak-anaknya dan Restoran Oen yang ada di Semarang ini dikelola oleh keluarga Megaradjasa.

Sejak berdiri 1936 hingga sekarang, bisa dikatakan tidak ada yang berubah dengan Toko Oen yang ada di Semarang.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Saloka Theme Park Semarang 2021, Ada Tiket Non-Terusan yang Harganya Lebih Murah

Baca juga: Cari Kuliner Malam di Kawasan Simpang Lima Semarang? Ini Rekomendasinya

Baca juga: 5 Hotel Murah di Semarang untuk Liburan Akhir Pekan, Tarif Mulai Rp 87 Ribuan

Baca juga: Stasiun Semarang Tawang Banjir Lagi, Penumpang Dialihkan Sementara Waktu

Baca juga: Rekomendasi 7 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang untuk Ramadan 2021

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Semarang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Selanjutnya
Sumber: Kompas.com
Tags:
Mercusuar Pelabuhan Tanjung EmasBangunan Bersejarah di SemarangPasar Johar Jembatan Sikatak
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved