Breaking News:

Pramugari Bagikan Tips Terbang di Masa Pandemi Covid-19, Termasuk Jangan Mabuk Udara

Melalui laman Washington Post, sejumlah pramugari membagikan tips untuk mereka yang ingin melakukan perjalanan udara selama pandemi Covid-19.

unsplash.com/@neonbrand
Ilustrasi pramugari dan penumpang pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pandemi Covid-19 telah terjadi sejak tahun kemarin.

Banyak dampak yang ditimbulkan karena pandemi.

Satu di antaranya pada transportasi penerbangan,

Apalagi seperti diketahui banyak negara yang menutup akses masuk ke wilayah mereka selama pandemi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat.
Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat. (Flickr.com/ Paul Stocker)

Ini tentu berpengaruh terhadap industri penerbangan, di mana puluhan ribu pramugari diberhentikan karena industri penerbangan menghadapi krisis terburuk dalam sejarah.

Mereka yang cukup beruntung mempertahankan pekerjaan mereka menyesuaikan dengan beragam protokol kesehatan baru.

Seperti mengawasi penumpang untuk menerapkan protokol yang berlaku dan mengenakan alat pelindung diri.

Melalui laman Washington Post, sejumlah pramugari membagikan tips untuk mereka yang ingin melakukan perjalanan udara selama pandemi Covid-19.

Jangan lengah: lakukan tindakan pencegahan

Ilustrasi masker
Ilustrasi masker (TribunBanyumas)

Setelah menjadi sukarelawan untuk mengambil cuti sekitar tujuh bulan selama pandemi, Jalisa Robinson, yang berbasis di Fort Lauderdale, Florida, kembali bertugas di maskapai JetBlue.

Meskipun dia menyadari bahwa perjalanan meningkat lagi, Robinson tidak khawatir tentang terbang.

"Saya tidak terlalu khawatir, karena saya merasa itu hanya bagian dari hidup," katanya.

Penumpang yang mengikuti tindakan pencegahan virus corona memberi Robinson kepercayaan diri untuk terbang.

Saat dia naik pesawat, ia menyeka permukaan umum dan memastikan dirinya untuk selalu mencuci tangannya.

Sarannya bagi para pelancong adalah melakukan hal yang sama.

"Jangan lengah, berhati-hatilah," katanya.

Namun, mungkin ada yang namanya terlalu banyak tindakan pencegahan.

Robinson mengatakan pelancong harus menghindari tindakan ekstrem dengan pilihan APD mereka, karena beberapa dapat menyebabkan lebih banyak bahaya daripada penggunaan yang baik, terutama dalam keadaan darurat.

Hindari memakai perlengkapan besar seperti baju hazmat yang bisa sulit dilihat dan membatasi pergerakan.

"Lindungi dirimu, aku mendukung itu. Tapi buatlah nyaman dan memungkinkan jika terjadi sesuatu yang lain sehingga Anda perlu bergerak cepat," kata Robinson.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved