Breaking News:

Tempat Wisata Ikonik di Paris Ini Akan Tutup Selama 3 Tahun, Mengapa?

Centre Pompidou, tempat ikonik di Paris, mengumumkan akan ditutup dari akhir 2023 hingga akhir 2026 untuk perbaikan selama tiga tahun.

Flickr/Bhakti Henna
Centre Pompidou, tempat wisata ikonik di Paris, mengumumkan akan ditutup dari akhir 2023 hingga akhir 2026 untuk renovasi selama tiga tahun. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Centre Pompidou merupakan landmark budaya yang sering disebut sebagai museum seni modern terbesar di Eropa.

Melansir laman Travel + Leisure, Bangunan yang berdiri sejak 1977 itu tampak menonjol di antara lanskap kota Paris karena arsitektur modern-industrial yang menakjubkan.

Selama dibuka untuk umum, Centre Pompidou telah menjadi rumah bagi museum seni modern, perpustakaan umum, pusat penelitian musik, dan teater.

Namun, setelah 4 dekade berdiri, bangunan 10 lantai karya arsitek Renzo Piano dan Richard Rogers tersebut membutuhkan renovasi besar-besaran.

Baca juga: 8 Spot Instagramable di Paris, Berfoto di Trocadero saat Siang Hari

Dalam siaran pers resminya, Senin (25/1/2021), Centre Pompidou mengumumkan akan ditutup dari akhir 2023 hingga akhir 2026 untuk perbaikan selama tiga tahun.

"Ini akan menjamin masa depan Centre Pompidou," kata Serge Lasvignes, presiden Centre Pompidou, dalam pernyataannya.

Lasvignes menambahkan bahwa ia berharap itu akan selalu menjadi proyek visioner dan utopis, serta tak tertandingi oleh yang lainnya di dunia.

Lasvignes juga menjelaskan bahwa harapannya akan dibuka kembali untuk ulang tahun Centre Pompidou yang ke-50 pada tahun 2027.

Centre Pompidou merupakan landmark budaya d Paris yang sering disebut sebagai museum seni modern terbesar di Eropa.
Centre Pompidou merupakan landmark budaya d Paris yang sering disebut sebagai museum seni modern terbesar di Eropa. (Flickr/ Sean X Liu)

Terkenal karena eskalator merah khasnya yang meliuk di sisi bangunan, Centre Pompidou juga dihiasi dengan warna-warna mencolok lainnya.

Mulai dari ventilasi AC berwarna biru, perangkat listrik warna kuning, hingga saluran air yang berwarna hijau.

Meski sempat ditutup pada tahun 1997 untuk memperluas ruang pameran, tidak ada renovasi signifikan yang dilakukan sejak pembukaannya.

Kembali pada bulan September, pemerintah mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan rencana tujuh tahun yang akan membuatnya tetap buka selama konstruksi, atau lebih cepat dengan menutup sepenuhnya.

"Saya memilih yang kedua karena lebih pendek dan sedikit lebih murah," kata menteri kebudayaan Prancis Roselyne Bachelot kepada surat kabar Prancis Le Figaro.

Menurut Le Fagiro, proyek tersebut dilaporkan akan menelan biaya sekitar 243 juta dolar atau setara Rp 3,4 triliun.

Selama penutupan, perpustakaan umum akan dipindahkan ke lokasi sementara di Paris.

Renovasi akan mencakup penghapusan asbes untuk memenuhi persyaratan keselamatan, memperbarui standar energinya, dan menambahkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Lift dan eskalator juga akan diganti atau dirubah, serta standar keselamatan kebakaran diperbarui.

Baca juga: Paris Akan Renovasi Jalan Terindah di Dunia yang Habiskan Biaya Capai Rp 4,3 Miliar

Baca juga: Fakta Unik Catacombs, Terowongan di Paris Prancis yang Berisi Jutaan Tengkorak Manusia

Baca juga: 9 Fakta Unik Menara Eiffel di Paris, Punya Apartemen Rahasia hingga Bunker Militer

Baca juga: 3 Kota Termahal di Dunia Saat Pandemi Covid-19, Ada Paris hingga Hong Kong

Baca juga: Putri Kerajaan Arab Saudi Dirampok di Paris, Kehilangan Perhiasan & Tas Mewah Senilai Rp 10,1 Miliar

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved