Breaking News:

Staf Bandara India Pasang Tarif Rp 771 Ribu untuk Palsukan Dokumen dan Bebaskan Turis dari Karantina

Dilaporkan staf tersebut mematok tarif 55 dolar AS (Rp 771 ribu) kepada penumpang yang ingin melewati karantina dan memalsukan dokumen masuk.

Travel Weekly Asia
Ilustrasi - Penumpang di Bandara Mumbai. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Polisi menangkap satu staf Bandara Mumbai, India, dan dua kaki tangannya atas penipuan karantina COVID-19, dilaporkan Times of India.

Staf tersebut diketahui mematok tarif 55 dolar AS (Rp 771 ribu) kepada penumpang yang ingin melewati karantina dan memalsukan dokumen masuk.

Polisi juga menyita 1.913 dolar AS (Rp 26,8 juta), 200 Riyal Saudi (Rp 747 ribu), catatan dokter, dan stempel karet palsu yang digunakan untuk mengesahkan karantina mandiri bagi penumpang yang datang.

Barang-barang yang disita menjadi bukti bahwa para penipu menggunakan stempel palsu untuk menyatakan penumpang memenuhi syarat untuk karantina mandiri.

Baca juga: 5 Tempat di Dunia yang Melarang Pesawat Terbang di Atasnya, Termasuk Kabah di Mekkah

Tersangka Lain

Staf tersebut sebelumnya bekerja untuk kantor pemerintahan lain tetapi dipindahkan ke Bandara Mumbai untuk menangani masuknya wisatawan mengikuti aturan baru.

Dia telah bekerja di sana sejak 23 Desember 2020 dan memeriksa penumpang dari Dubai, Kuwait, dan Amerika Serikat (AS).

Ini membuka kesempatan untuknya mengumpulkan suap dari penumpang.

Mempertimbangkan jumlah uang yang disita, kemungkinan ada puluhan orang yang melewati karantina mandiri dengan menggunakan jasanya.

Saat ini polisi sedang menyelidiki masalah tersebut dan memeriksa apakah ada pejabat lain yang terlibat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved