TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang wanita berusia 27 tahun nampaknya akan menghabiskan sebagian besar tahun 2021 dengan berjalan lebih dari 3.000 kilometer.
Aksinya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim.
Pada 1 November 2020 lalu, Hannah Bacon memulai rencana perjalanannya dari California ke Pantai Virginia.
Melansir laman People, Selasa (12/1/2021), Hannah memperkirakan bahwa perjalanan itu akan memerlukan waktu selama 7 bulan.
Sepanjang jalan yang dilalui, ia berharap dapat mengumpulkan uang untuk Sunrise Movement.
Diketahui, Sunrise Movement adalah organisasi yang berfokus pada mobilisasi aktivis iklim di seluruh negeri untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Baca juga: Viral di Medsos, Wanita Ini Jual Kain Tanda Jarak Sosial yang Diambil dari Kereta Sebagai Crop Top
Bacon kehilangan pekerjaanya akibat pandemi Covid-19, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan tujuan mulia ini.
Mengatakan kepada afiliasi CBS WTKR, Bacon terinspirasi untuk melakukan aksi jalan kaki tersebut setelah membaca buku rilisan 2019 yang berjudul 'The Uninhabitable Earth' oleh David Wallace-Wells.
Buku itu menjelaskan bagaimana planet yang memanas memengaruhi Bumi lebih dari yang disadari banyak orang.
"Saya sedang memikirkan tentang generasi berikutnya dan dunia yang kita jalani, serta meninggalkannya untuk anak-anak muda saat ini," kata Bacon kepada CBS WTKR.
Saat itulah Bacon memiliki pemikiran tentang cara agar dia bisa membantu planet ini.
"Saya sangat takut, saya tahu saya harus melakukan sesuatu," katanya.
Pada Selasa (5/1/2021) lalu, Bacon telah mengumpulkan lebih dari 11.500 dolar atau setara Rp 163 juta untuk Sunrise Movement di GoFundMe.
"Melindungi masa depan kita dan Bumi adalah tugas kita semua, kita harus melakukan semua yang kita bisa," tulisnya di laman donasi.
"Silakan berbagi dengan orang-orang dalam hidupmu sehingga kami dapat membuat perubahan! Dukunganmu sangat berarti bagi saya, saya sangat berterima kasih," tambahnya.
Bacon lulus dari University of Connecticut pada 2015 dan sejak saat itu ia menjabat sebagai pengajar, seorang naturalis di luar sekolah, dan menjual sayuran di pasar.
Dia juga membantu remaja dalam pemulihan penyalahgunaan obat-obatan, bekerja sebagai teknisi medis darurat, dan membantu organisasi nirlaba yang mempromosikan aksi bebas sampah di New York City.
Hingga kini, Bacon hanya butuh sekira Rp 120 juta dari target awal penggalangan dana, yakni Rp 238 juta.
"Saya diliputi rasa syukur dan kegembiraan," ungkap Bacon.
"Terima kasih bagi semua yang datang bersama untuk mewujudkan ini, untuk mendukung aksi iklim dan jalan kaki ini, dan yang paling penting untuk percaya pada masa depan yang terjaga," tambahnya.
Bacon mendokumentasikan perjalanannya dalam akun Instagram @milesforclimate.
Unggahan terbarunya pada hari Senin (11/1/2021), menunjukkan bahwa dia telah berjalan lebih dari 1000 kilometer dalam 46 hari.
"Saya berharap 2021 membawa kesehatan, pertumbuhan, kegembiraan, dan semangat pada kalian semua untuk memperjuangkan apa pun yang kalian yakini," tulis Bacon dalam unggahannya.
"Saya berharap orang-orang memahami bahwa masih banyak yang bisa kita lakukan, perubahan iklim sedang terjadi dan sangat penting. Tidak ada yang sempurna, tetapi ada perubahan gaya hidup yang bisa kita semua lakukan," tambahnya kepada CBS WTKR.
Baca juga: Viral Video, Wanita Ini Bagikan Pengalaman Karantina di Hotel dengan Pelayanan Terbaik
Baca juga: Wanita Ini Kenakan Gaun Hitam yang Sama Selama 100 Hari Berturut-turut, Aksinya Viral di Medsos
Baca juga: Wanita Ini Bagikan Tips Potong Mangga Tak Lazim di TikTok, Lebih Mudah atau Sulit?
Baca juga: Dihajar Simpanse yang Dirawatnya, Wajah Wanita Ini Hancur
Baca juga: Saking Bahagianya Dilamar Sang Kekasih, Wanita Ini Terpeleset dari Tebing Setinggi 198 Meter
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)