Breaking News:

4 Alasan Tak Ada Pesawat Terbang yang Berani Melewati Kawasan Tibet

Pada Perang Dunia II, ada istilah yang digunakan para penerbang saat melintasi Tibet yaitu terbang melintasi “punuk”, seperti punuk unta.

Eknbg /Pixabay
Pegunungan Himalaya di Kawasan Tibet 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tahukah kamu tidak semua bagian di dunia bisa dilewati pesawat terbang.

Satu kawasan yang tidak berani dilewati pesawat adalah pegunungan Himalaya di wilayah Tibet.

Mengapa tidak ada pesawat yang melewati kawasan Tibet ini?

Wilayah Tibet ini terletak di perbatasan Asia Timur dan Asia Selatan.

Tibet letaknya di bagian selatan Tiongkok dan berbatasan dengan India, Nepal, Burma, dan Bhutan.

Tibet dikenal sebagai dataran tertinggi di dunia, karena ada kompleks pegunungan Himalaya di sana.

Tahukah kamu? Wilayah Tibet ini sangat luas sekali yaitu 2.500.000 kilometer persegi.

Sebagian besar wilayah Tibet memiliki tinggi 4.000 – 5.000 meter di atas permukaan laut.

Kemudian beberapa gunung tertinggi di dunia yang tingginya lebih dari 8.000 meter di atas permukaan laut juga ada di sana.

Lalu, mengapa wilayah Tibet tidak dilewati pesawat? 

Dulu Pernah Ada Pesawat Terbang Melewati Tibet

Pada Perang Dunia II, ada istilah yang digunakan para penerbang saat melintasi Tibet yaitu terbang melintasi “punuk”, seperti punuk unta.

Saat itu, Jalan Raya Burma yang menghubungkan Burma dan Tiongkok dikuasai oleh bangsa Jepang, sehingga pilot harus terbang untuk mengantar barang dari India dan Burma ke Tiongkok melalui Tibet.

Ilustrasi pesawat yang hendak lepas landas
Ilustrasi pesawat yang hendak lepas landas (Gambar oleh Bilal EL-Daou dari Pixabay)

Namun, rupanya ada lebih banyak pilot yang gugur saat terbang melintasi wilayah pegunungan Tibet, dibandingkan gugur karena serangan musuh.

4 Alasan Wilayah Tibet Berbahaya untuk Pesawat

Ada empat alasan mengapa menerbangkan pesawat di atas wilayah Tibet berbahaya, teman-teman.

1. Sedikit Bandara

Di seluruh wilayah Tibet, hanya ada dua bandara yang beroperasi, yaitu Bandara Lhasa Gonggar di Lhasa, dan Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu.

Jika sampai terjadi situasi gawat di atas pesawat, tidak ada lapangan udara yang bisa digunakan untuk mendarat.

Kemudian, mendarat di Lhasa juga belum tentu baik, karena ketinggian Lhasa 3.650 meter di atas permukaan laut. Ini bisa membuat beberapa orang sulit bernapas.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved