Breaking News:

Ingin Aman saat Mendaki Gunung Rinjani? Simak 6 Tips Berikut Ini

6 tips agar tetap bisa mendaki Gunung Rinjani dengan aman, satu diantaranya harus punya persiapan yang lebih matang.

unsplash.com/@verstuyftj
Gunung Rinjani, Lombok, NTB 

TRIBUNTRAVEL.COM - Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan kasus meninggalnya pendaki asal Surabaya bernama Muhammad Fuad di Gunung Rinjani.

Fuad diketahui meninggal akibat jatuh ke jurang di jalur pendakian Gunung Rinjani via Senaru pada Jumat (1/1/2021).

Guna menghindari kejadian yang menimpa Fuad dan tetap bisa mendaki dengan aman di Gunung Rinjani, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady memiliki sejumlah tips yang bisa dimanfaatkan.

“Pertama, sebenarnya sama dengan rencana perjalanan biasa. Persiapan haris lebih matang,” katanya kepada Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Kronologi Jatuhnya Pendaki Gunung Rinjani, Tewas Setelah Jatuh ke Jurang

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut telah Kompas.com rangkum 6 tips aman medaki Gunung Rinjani berdasarkan paparan Dedy:

1. Persiapan yang lebih matang

Sebelum melakukan pendakian, Dedy mewajibkan agar para calon pendaki Gunung Rinjani melakukan persiapan yang matang dalam hal perlengkapan pendakian yang dibawah dalam kondisi bagus.

“Di setiap pintu kami briefing, minta bagaimana kesiapan alat pendakian, cukup atau tidak,” ujarnya.

2. Unduh aplikasi e-Rinjani

Setelah seluruh perlengkapan pendakian disiapkan, para pendaki wajib mengunduh aplikasi e-Rinjani untuk melakukan reservasi online.

2 dari 4 halaman

Selain untuk reservasi, Dedy mengatakan bahwa aplikasi tersebut juga memiliki daftar peralatan pendakian yang harus dibawa.

Meski saat persiapan peralatan pendakian mungkin dirasa sudah memadai, Dedy mengimbau agar para calon pendaki Gunung Rinjani mengecek kembali peralatan dari daftar yang ada di e-Rinjani.

3. Cari porter atau komunitas pencinta alam lokal

Menurut Dedy, biasanya para pendaki menggunakan jasa porter atau mendaki bersama komunitas pencinta alam lokal agar lebih aman.

“Kalau pencinta alam dari luar di-guiding sama pencinta alam lokal, itu yang tidak mereka lakukan. Mereka mendakinya sendiri dan biasa mendaki di Jawa,” jelasnya.

Dedy menambahkan, meski sudah berpengalaman dalam pendakian di Jawa, medan yang dimiliki Gunung Rinjani dan gunung lain di tempat berbeda tentu berbeda.

Jika tidak menggunakan porter, Dedy berharap agar calon pendaki lain menjalin komunikasi dengan komunitas pencinta alam lokal.

“Bisa minta bantuan (cari kontak komunitas) ke pihak TNGR, atau ikut rombongan. Biasanya kalau pagi ada rombongan yang ikut pakai guide. Ikut rombongan yang lain, ketemunya di pintu biasanya,” katanya.

Selain dapat mendaki dengan aman, menjalin komunikasi dengan komunitas pendaki lokal dapat menciptakan rasa kebersamaan antarpendaki ketika berada di Gunung Rinjani.

Gunung Rinjani
Gunung Rinjani (Tribunnews.com/Abdul Qodir)

4. Ikuti akun Instagram TNGR

3 dari 4 halaman

TNGR merupakan salah satu dari taman nasional di Indonesia yang aktif dalam memberikan informasi pendakian terbaru melalui Instagram, tepatnya akun @gunungrinjani_nationalpark.

Untuk informasi lebih lanjut atau apa saja yang harus dibawa dan dilakukan selama pendakian di Gunung RInjani, Dedy menyarankan agar calon pendaki mengikuti akun tersebut.

5. Periksa prediksi cuaca

Pendaki yang berpengalaman, ucap Dedy, biasanya memeriksa cuaca sebelum melakukan pendakian.

Hal tersebut menurutnya merupakan bagian dari rencana perjalanan yang seharusnya sudah dipahami.

6. Hentikan pendakian jika ada kabut tebal

Dedy menegaskan menegaskan agar seluruh pendaki menghentikan sementara pendakian jika terjadi kabut tebal.

Apabila di tengah pendakian terjadi kabut tebal, Dedy mewajibkan seluruh pendaki untuk berhenti dulu dan cari area untuk berkemah.

“Atau ke pos paling dekat. Santai saja tidak usah buru-buru, puncaknya tetap di situ kok. Jangan terlalu maksa, sesuaikan dengan kondisi. Kalau ada badai, tinggalkan,” tuturnya.

Jika ingin mendaki Gunung Rinjani, calon pendaki harus menunggu hingga 31 Maret 2021 karena sejak Jumat (1/1/2021) pihak TNGR menutup wisata pendakian.

4 dari 4 halaman

Adapun, penutupan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem kawasan TNGR.

Kendati demikian, Dedy mengatakan bahwa tanggal tersebut tentatif tergantung hasil pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apakah pendakian sudah bisa dilanjutkan pada 31 Maret 2021 atau tidak.

“Kita koordinasi terus sama BMKG. Tapi untuk saat ini penutupan masih sampai 31 Maret 2021,” ucap Dedy.

Baca juga: Telan Korban di Awal Tahun 2021, Ini 9 Fakta Menarik di Balik Gunung Rinjani Lombok

Baca juga: Fiersa Besari Masuk dalam Daftar Blacklist TN Gunung Rinjani, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pendaki Gunung Rinjani Wajib Booking Online, Simak Caranya

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Savana Propok Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Baca juga: Protokol New Normal Pendakian Gunung Rinjani, Ada Jalur Pendakian Baru

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Tips Aman Mendaki Gunung Rinjani, Cari Porter atau Komunitas Lokal"

Selanjutnya
Sumber: Kompas.com
Tags:
Mendaki Gunung RinjaniGunung Rinjanijalur pendakian Jembatan Sikatak
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved