Breaking News:

Pedang yang Dicuri dari Patung Pahlawan 40 Tahun Lalu Akhirnya Dikembalikan

Sebuah pedang milik patung perunggu Jenderal William Shepard di monumen bersejarah telah dicuri 40 tahun lalu dan kini dikembalikan.

Flickr/Equina27
Ilustrasi Patung Jenderal William Shepard dengan pedang baru yang dilas setelah yang lama diambil pada awal 1980-an, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah pedang yang diambil dari monumen bersejarah di Westfield, Massachusetts akhirnya telah dikembalikan.

Pedang itu dicuri oleh seorang pria yang menganggapnya sebagai bagian dari lelucon perguruan tinggi sekitar 40 tahun lalu.

Cindy Gaylord, kepala komisi sejarah Westfield, menerima panggilan telepon tiga minggu sebelum Natal dari seorang pria.

Pria itu mengatakan jika dia membawa sesuatu yang penting secara historis milik kota itu.

"Ketika saya bertanya apakah dia (dapat) memberi tahu saya tentang hal itu, dia berkata, 'Itu pedang dari patung Jenderal William Shepard,'" kata Gaylord, yang menjabat sebagai ketua komisi sejarah selama lima tahun terakhir.

"Saya ingat di awal 1980-an dilaporkan bahwa foto itu diambil dan dihapus sebagai lelucon kampus."

Baca juga: 6 Fakta Patung Merlion, Ikon Singapura yang Kini Bisa Dijumpai di Indonesia

Dilaporkan dalam CNN, patung perunggu Jenderal William Shepard terletak di sebuah taman di tengah Westfield, sebuah kota kecil di barat Massachusetts.

Lahir di Westfield pada tahun 1737, Shepard memasuki Angkatan Darat Kontinental sebagai letnan kolonel pada tahun 1775 dan bertugas selama Perang Revolusi.

Dia adalah teman George Washington dan memainkan peran kunci dalam menekan Shay's Rebellion, menurut situs web komisi sejarah.

Ilustrasi Patung Jenderal William Shepard dengan pedang baru yang dilas setelah yang lama diambil pada awal 1980-an.
Ilustrasi Patung Jenderal William Shepard dengan pedang baru yang dilas setelah yang lama diambil pada awal 1980-an. (Flickr/Equina27)

Dia kemudian menjalani tiga masa jabatan di Kongres dari 1797 hingga 1803 sebelum kembali ke Westfield, di mana dia dimakamkan setelah kematiannya pada 1817.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved