Breaking News:

Bakal Jadi Tempat Konser, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun di Colosseum Roma

Retractable floor rencananya akan dibangun di Colosseum agar bisa menggelar konser musik dan teater langsung.

Gambar oleh Ichigo121212 dari Pixabay
Colosseum yang ada di Roma Italia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tempat wisata ikonik di Roma, Colosseum, memang sedang ditutup akibat pandemi Covid-19.

Kendati demikian, para pejabat di Italia sudah memiliki rencana tersendiri untuk Colosseum.

Jika terealisasi, para wisatawan nantinya bisa menikmati pengalaman konser, teater, dan bahkan beridir di tengah ruang yang dahulu menjadi tempat para gladiator tersebut.

Pemerintah Italia sedang mencari proposal dari para insinyur untuk membangun retractable floor (lantai yang bisa dibuka) senilai Rp 3,2 triliun untuk Colosseum, lapor BBC.

Baca juga: Pria yang Curi Benda Bersejarah di Italia Akhirnya Kembalikan Barang Curiannya

Proposal akan jatuh tempo pada 1 Februari 2021, dan pejabat Italia berharap dapat menyelesaikan proyek ambisius ini pada tahun 2023.

"Ini akan menjadi intervensi teknologi besar yang akan menawarkan pengunjung kesempatan untuk tak hanya melihat ruang bawah tanah, tapi juga menghargai keindahan Colosseum sambil berdiri di tengah arena," kata Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini, kepada BBC.

Melansir laman Travel + Leisure, Rabu (30/12/2020), Colosseum adalah amfiteater terbesar Kekaisaran Romawi.

Bangunan itu rusak akibat jatuhnya Kekaisaran Romawi dan kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Italia.

Saat ini, Colosseum diketahui tidak memiliki lantai.

Pengunjung umumnya melihat terowongan labirin bawah tanah dan sistem katrol serta pintu jebakan yang pernah digunakan oleh gladiator Roma dan hewan liar yang mereka lawan.

Lantai Colosseum yang bisa dibuka nantinya akan ditutup selama cuaca buruk.

Colosseum, bangunan bersejarah di Roma, Italia
Colosseum, bangunan bersejarah di Roma, Italia (Flickr/@felixtriller)

Selama ditutup, bisa digunakan sebagai ruang untuk konser dan pertunjukan langsung lainnya.

“Arena itu akan digunakan untuk budaya tinggi, artinya konser atau teater,” kata Direktur Colosseum Alfonsina Russo kepada The Times.

Colosseum ditutup pada bulan Maret karena Italia menutup sebagian besar perekonomianya untuk membendung penyebaran Covid-19.

Bangunan bersehjarah itu sempat dibuka kembali pada bulan Juni, namunditutup lagi pada bulan November karena gelombang Covid-19 kedua.

Baca juga: 7 Hal Mengerikan yang Pernah Dilakukan Turis, Mencuri Pasir Pantai hingga Coret-coret Colosseum

Baca juga: Fakta Unik Colosseum, Arena Hidup Mati Gladiator Roma Abad Pertengahan

Baca juga: Turis Irlandia Terancam Denda Rp 35,8 Juta Karena Ukir Inisial Namanya di Colosseum Roma

Baca juga: Colosseum yang Batal Terima Penghargaan Adikarya Wisata 2019, Adalah Diskotek Terbaik di Dunia

Baca juga: Tak Hanya Indonesia, Colosseum di Roma pun Terserang Aksi Vandalisme oleh Wisatawan

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved