Breaking News:

Jepang Kembali Tutup Perbatasan bagi Wisatawan Asing dan Berlakukan Aturan Baru

Kurang dari dua bulan setelah pelonggaran pembatasan masuk, pemerintah Jepang memutuskan untuk memperketatnya kembali.

Ycat
Bandara Narita. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pada bulan Oktober lalu, Jepang mengambil langkah besar untuk membuka kembali perbatasannya.

Saat itu Jepang kembali mengizinkan masuknya pelancong dari seluruh dunia, asalkan mereka datang untuk urusan bisnis dan bersedia menjalani karantina pada saat kedatangan.

Namun, kurang dari dua bulan setelah pelonggaran pembatasan masuk, pemerintah Jepang memutuskan untuk memperketatnya kembali.

Mulai Senin, 28 Desember 2020, orang asing non-residen sekali lagi dilarang memasuki Jepang, kecuali pelancong bisnis jangka pendek dari beberapa negara dan teritori terdekat (China, Hong Kong, Macao, Korea, Taiwan, Thailand , Vietnam, Singapura, Brunei, Australia, Selandia Baru).

Larangan perjalanan awalnya akan berlaku hingga akhir Januari, tetapi jangka waktu dapat diperpanjang tergantung pada jumlah infeksi virus korona di Jepang kemudian hari.

Dikutip TribunTravel dari laman Soranews24, Selasa (29/12/2020), penutupan tersebut juga berlakuk dua arah.

Sebelumnya, warga negara Jepang dan penduduk asing Jepang diizinkan bepergian ke luar negeri untuk perjalanan bisnis singkat asalkan mereka telah dikarantina selama 14 hari sekembalinya ke Jepang.

Namun program ini sekarang telah ditangguhkan.

Artinya, penduduk Jepang yang melakukan perjalanan ke luar negeri, kecuali yang tercantum di atas, kemungkinan tidak diizinkan masuk kembali ke Jepang hingga beberapa saat setelah Januari.

Selain itu, pelancong yang kembali ke Jepang setelah bepergian dari negara-negara di mana varian baru virus korona ditemukan, mereka perlu menjalani tes dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan dan tes lagi setelah tiba di Jepang.

Aturan ini juga berlaku untuk penduduk Jepang yang saat ini sudah berada di luar negeri tetapi dijadwalkan untuk kembali ke Jepang dalam waktu dekat.

Aturan pembatasan perjalanan baru ini ditetapkan beberapa hari setelah adanya lonjakan infeksi virus corona baru di Jepang.

Tokyo mencatat lebih dari 700 kasus baru selama lima hari berturut-turut antara 23 dan 27 Desember 2020.

Baca juga: Jadwal Tambahan Penerbangan Garuda Indonesia Rute Jakarta ke Bali PP Selama Libur Tahun Baru 2021

Baca juga: 5 Fenomena Misterius dan Membingungkan Sepanjang 2020, dari Monolit hingga Jet Pack di Bandara LA

Baca juga: 6 Tempat Wisata Hits di Malang dan Sekitarnya untuk Dikunjungi saat Liburan Akhir Tahun

Baca juga: Setelah 2 Bulan Nihil, Thailand Laporkan Kematian Akibat Covid-19 untuk Pertama Kalinya

(TribunTravel/tyas)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved