Breaking News:

Mengapa Kita Ketagihan Makan Kuliner Pedas? Ini Alasan di Baliknya

Psikolog dari University of Pennsylvania Paul Rozin mengatakan, penggemar pedas menyukai "rasa terbakar" akibat makan makanan pedas.

Instagram.com/ @ayamcadas.soc
Ceker ayam pedas di warung Decadas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kuliner pedas tidak permah sepi peminat.

Hampir di semua tempat makan memiliki kuliner pedas sebagai andalannya.

Tak jarang, ada restoran yang khusus menawarkan kuliner pedas untuk menu utamanya.

Diperkirakan sepertiga orang di dunia mengonsumsi cabai setiap harinya.

Indonesia barangkali menyumbang proporsi cukup besar dalam statistic itu, sebab mayoritas makanan tradisional kita menggunakan cabai atau pun lada.

Psikolog dari University of Pennsylvania Paul Rozin mengatakan, penggemar pedas menyukai "rasa terbakar" akibat makan makanan pedas.

Sumber pedas dalam cabai adalah zat capcaisin.

Zat ini akan mengikat sejumlah reseptor yang memberi sinyal rasa sakit akibat kepanasan.

Ayam Pedas Rantinem, kuliner lezat di Banyuwangi
Ayam Pedas Rantinem, kuliner lezat di Banyuwangi (Instagram/ @ayampedas.rantinem)

Rasa pedas yang ditimbulkan juga akan memerintahkan otak untuk melepas hormone endorphin yang dapat menimbulkan rasa nyaman dan gembira.

Perasaan nyaman inilah yang membuat penggemar makanan pedas ketagihan?

Teori lain menyebutkan, manusia menyukai rasa pedas karena ada dorongan untuk menaklukkan tantangan.

Tak heran jika beberapa tahun terakhir sempat ramai di media sosial tantangan untuk mengonsumi mi instan pedas dari Korea.

Sensasi pedas jalapeno

Demam mi instan ternyata belum berakhir.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved