Breaking News:

Bukan Karena Pandemi, Ini Alasan Machu Picchu Kembali Ditutup

Situs prasejarah Machu Picchu kembali ditutup akibat protes penduduk setempat terhadap layanan kereta api lokal.

Flickr/Pedro Szekely
Machu Picchu, tempat wisata populer di Peru. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Situs prasejarah Machu Picchu kembali ditutup untuk wisatawan tanpa batas waktu yang ditentunkan.

Wisata populer di Peru tersebut ditutup di tengah protes penduduk setempat terhadap layanan kereta api lokal.

"Karena penghentian yang diumumkan di distrik Machu Picchu dan untuk menjaga integritas pengunjungnya, benteng Machu Picchu tidak akan dibuka mulai 14 Desember hingga situasi ini pulih," kata Direktorat Kebudayaan dalam sebuah pernyataan.

Melansir laman The National, Jumat (18/12/2020), tindakan mengejutkan itu dilakukan hanya enam minggu setelah Machu Picchu dibuka kembali.

Baca juga: 5 Fakta Unik Peru, dari Sejarah Machu Picchu hingga Minuman Nasionalnya

Diketahui, sebelumnya Machu Picchu telah melakukan penutupan hampir delapan bulan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Penangguhan diperkirakan akan berlangsung hingga berakhirnya protes oleh penduduk kota Machu Picchu dan Ollantaytambo terhadap perusahaan kereta api yang menawarkan layanan kereta api lokal.

Masyarakat setempat menuntut tarif yang lebih murah dan jadwal kereta yang lebih sering pada rute antara Cusco dan Machu Picchu.

Kereta api adalah satu-satunya alat transportasi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Machu Picchu.

Selain wisatawan, kereta api juga banyak digunakan oleh penduduk di wilayah tersebut.

Hanya ada dua perusahaan kereta api yang beroperasi, yaitu Inca Rail dan Peru Rail.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved