Breaking News:

Terdampar di Peru, Turis Ini Diizinkan Kunjungi Machu Picchu Meski Masih Tutup Akibat Covid-19

Sorang turis dari Jepang yang terdampar di Peru diizinkan untuk mengunjungi Machu Picchu meski masih tutup sementara.

Instagram/ @jessekatayama
Jesse Katayama, turis asal Jepang yang diizinkan untuk mengunjungi Machu Picchu meski masih ditutup. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Situs wisata yang paling terkenal di Peru, Machu Picchu telah dibuka kembali setelah penutupan selama berbulan-bulan.

Uniknya, kali ini pembukaan kembali tempat wisata populer tersebut hanya untuk satu pengunjung, yakni seorang pria asal Jepang yang terdampar di negara itu akibat pandemi Covid-19.

"Orang pertama di bumi yang pergi ke Machu Picchu sejak pemberlakuan lockdown adalah saya," tulis Jesse Katayama di akun Insagram pribadinya @jessekatayama sembari berfoto di Macchu Picchu.

"Ini benar-benar luar biasa! Terima kasih," tambahnya dalam video yang diposting di halaman Facebook otoritas pariwisata lokal di Cusco, tempat situs terkenal itu berada.

Baca juga: 8 Tempat Terlarang Dilintasi Pesawat, dari Machu Picchu Hingga Taj Mahal

Dalam video tersebut, Katayama terlihat berbicara dengan latar berlakang puncak gunung megah yang dihiasi reruntuhan kuno.

Melansir dari laman thenational.ae, sebelum ditutup sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19, Machu Picchu menarik ribuan wisatawan untuk berkunjung setiap harinya.

Katayama yang berprofesi sebagai instruktur tinju di Jepang, telah terjebak di Peru sejak Maret 2020.

Saat itu, ia membeli tiket ke lokasi wisata hanya beberapa hari sebelum negara itu mengumumkan keadaan darurat.

Katayama mengatakan kepada surat kabar Peru bahwa dia hanya berencana untuk menghabiskan tiga hari di daerah itu.

Namun dengan penerbangan yang dibatalkan dan pergerakan perjalanan yang dibatasi, dia mendapati dirinya terjebak di sana selama berbulan-bulan.

Kisah Katayama yang terjebak itu sampai ke telinga otoritas pariwisata setempat.

Akhirnya, otoritas pariwisata memebri Katayama izin untuk mengunjungi reruntuhan kota Inca ini, membuka kembali situs warisan dunia tersebut hanya untuknya seorang.

"Saya pikir saya tidak akan bisa pergi, tapi terima kasih kepada kalian semua yang memohon kepada walikota dan pemerintah, saya diberi kesempatan yang sangat istimewa ini," tulis Katayama di akun Instagram miliknya.

Machu Picchu adalah warisan kerajaan Inca yang paling abadi.

Kerajaan Inca diketahui menguasai sebagian besar wilayah barat Amerika Selatan selama 100 tahun sebelum penaklukan Spanyol pada abad ke-16.

Reruntuhan pemukiman Inca ditemukan kembali pada tahun 1911 oleh penjelajah Amerika Hiram Bingham, dan pada tahun 1983, UNESCO menyatakan Machu Picchu sebagai Situs Warisan Dunia.

Tempat wisata ikonik ini awalnya dijadwalkan kembali dibuka untuk pengunjung pada bulan Juli, tetapi sekarang telah diundur ke November.

Saat dibuka kembali, hanya 675 wisatawan per hari yang diizinkan masuk, 30 persen dari jumlah yang diizinkan sebelum pandemi, dengan pengunjung yang diharapkan dapat menerapkan jarak sosial.

Sejak pertama kali dibuka untuk wisatawan pada tahun 1948, Machu Picchu baru ditutup satu kali sebelumnya, selama dua bulan pada tahun 2010 ketika banjir menghancurkan rel kereta api yang menghubungkannya ke Cusco.

Baca juga: Buang Air Besar di Machu Picchu, 6 Turis Ditangkap dan Dideportasi

Baca juga: Lebih dari 6.000 Orang Tandatangani Petisi Tolak Pembangunan Bandara di Machu Picchu

Baca juga: Jadi Magnet Wisata, Machu Picchu Sering Dikunjungi Turis Indonesia yang Liburan di Peru

Baca juga: Tak Banyak Dikenal, 8 Situs Warisan Dunia UNESCO Ini Mampu Kalahkan Pesona Taj Mahal & Machu Picchu

Baca juga: Melihat Machu Picchu, Kota Surga dari Peradaban Kuno Inca di Peru, Amerika Selatan

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved