Breaking News:

Kata KAI Terkait Wajib Tes Rapid Antigen untuk Naik Kereta Api Jarak Jauh

Adapun, petunjuk akan diberikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Instagram/@dodikpursmp
Ilustrasi kereta api luar biasa (KLB) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada kebijakan baru bagi calon penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ).

Melalui kebijakan tersebut, dikutip Kompas.com dari Antara, para calon penumpang KAJJ wajib melakukan tes rapid antigen maksimal dua hari sebelum keberangkatan.

Menanggapi hal tersebut, VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia Joni Martinus menuturkan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan tersebut.

“KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator, dalam hal ini pemerintah,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Joni melanjutkan, saat ini pihaknya sedang menunggu petunjuk teknis yang lebih rinci terkait pelaksanaan kebijakan tersebut.

Adapun, petunjuk akan diberikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Petugas medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 kepada calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggelar layanan tes cepat Covid-19 untuk pengguna kereta api jarak jauh di stasiun dengan biaya Rp 85 ribu dan akan tersedia bertahap di 12 stasiun besar di Pulau Jawa. Tribunnews/Herudin
Petugas medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 kepada calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggelar layanan tes cepat Covid-19 untuk pengguna kereta api jarak jauh di stasiun dengan biaya Rp 85 ribu dan akan tersedia bertahap di 12 stasiun besar di Pulau Jawa. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

“Kami turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tutur Joni.

Terkait penerapan kebijakan mulai kapan, pihaknya juga akan menunggu arahan selanjutnya dari Ditjen Perkeretaapian usai mendapatkan petunjuk teknisnya seperti apa.

Langkah antisipasi penyebaran Covid-19

Berdasarkan pemberitaan Antara, kebijakan yang dituturkan oleh Luhut merupakan langkah pemerintah untuk memperketat aktivitas masyarakat saat libur natal dan tahun baru.

Pengetatan yang terukur dan terkendali tersebut merupakan bagian dari antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Rapid test antigen ini memiliki sensitivitas yang lebih baik bila dibandingkan rapid test antibodi,” katanya, mengutip Antara.

Selain kebijakan bagi calon penumpang KAJJ, wisatawan yang hendak berlibur ke Bali dengan pesawat juga wajib melakukan tes PCR dua hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Maskapai Ini Rilis Daftar 700 Orang yang Dilarang Naik Pesawatnya Karena Tak Pakai Masker

Baca juga: Tips Menyimpan Kue Kering untuk Stok saat Natal, Kue Tahan Lama dan Tetap Renyah

Baca juga: Soto Udang Kesawan dan 7 Tempat Sarapan di Medan yang Jadi Favorit Wisatawan

Baca juga: 6 Ketoprak Enak di Semarang, Ketoprak Admodirono hingga Ketoprak Mbak Imah Cocok untuk Sarapan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Naik Kereta Api Jarak Jauh Wajib Tes Rapid Antigen? Ini Kata KAI.

 
 
 
 
 
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved