Breaking News:

Naik Pesawat di Masa Pandemi Covid-19, Ini Berbagai Hal yang Harus Diperhatikan

Jika Anda harus bepergian menaiki pesawat dalam waktu dekat, ada hal yang harus dipersiapkan sesuai prosedur yang telah ditetapkan demi keamanan bersa

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mulai dipadati penumpang saat penerbangan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perjalanan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang berbeda dengan biasanya.

Bandara yang biasanya ramai kini menjadi sepi dan hanya untuk perjalanan penting saja.

Jika traveler diharuskan bepergian selama pandemi Covid-19, ada berbagai hal yang harus diperhatikan.

Jika Anda harus bepergian menaiki pesawat dalam waktu dekat, ada hal yang harus dipersiapkan sesuai prosedur yang telah ditetapkan demi keamanan bersama.

Baca juga: Hindari 6 Kebiasaan Ini saat Naik Pesawat, Termasuk Menyimpan Barang Berharga di Bagasi Kabin

Selain tiket pesawat dan barang bawaan, hal penting yang wajib disiapkan adalah dokumen tes rapid dengan hasil nonreaktif yang masih berlaku.

Tes cepat atau rapid test berlaku selama 14 hari, jadi sesuaikanlah dengan jadwal keberangkatan dan kepulangan Anda.

Bila durasi bepergian Anda kurang dari dua pekan, dokumen hasil rapid test yang sama bisa digunakan saat berangkat dan pulang.

Namun, bila jadwal kepulangan Anda lebih dari 14 hari, Anda harus kembali melakukan rapid test karena dokumen yang sebelumnya sudah tidak berlaku.

Setibanya di bandara, segera menuju tempat validasi rapid test.

Petugas yang berada di balik kaca bening akan mengecek apakah rapid test menunjukkan hasil nonreaktif, kemudian memberikan validasi berupa cap.

Simpan baik-baik jangan sampai tercecer karena hasil tes ini bisa diperiksa kembali sebelum naik ke pesawat.

Untuk memudahkan proses keluar dari bandara setibanya di tujuan, jangan lupa mengunduh aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan alias e-HAC (Health Alert Card) yang bisa diunduh dari App Store ataupun Google Play.

Setelah selesai mengunduh, buatlah akun. Kemudian buka akun, pilih HAC, buatlah eHAC baru sesuai kebutuhan --internasional atau domestik--, lalu isi sesuai data Anda.

Selain mengisi nama, usia, jenis kelamin dan nomor KTP, Anda harus mengisi ke mana tujuan, waktu ketibaan hingga nomor pesawat dan nomor kursi.

Nantinya akan muncul barcode yang akan dipindai petugas di bandara tujuan.

Sebetulnya HAC bisa diisi secara manual, tapi mengisi secara digital lewat aplikasi membuat perjalanan lebih praktis.

Berdasarkan pantauan ANTARA seperti dilansir TribunTravel dari Wartakotalive di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali (3/12), penumpang harus melewati antrean petugas yang siap memindai e-HAC sebelum bisa mengambil bagasi mereka.

Setiap petugas mengenakan rompi kuning dengan tulisan "Health Quarantine" di bagian punggung.

Masing-masing menggunakan penutup kepala, masker dan juga sarung tangan.

Proses pemindaian berlangsung lancar tanpa ada antrean yang berarti karena prosesnya memang berjalan lancar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved