Breaking News:

Diproduksi Tanpa Menyembelih Hewan, Daging Hasil Laboratorium Dijual untuk Pertama Kalinya

Menyantap daging tanpa menyembelih hewan, mungkinkah itu terjadi? Meski terdengar mustahil, rupanya para ilmuwan berhasil melakukannya.

Eat Just via Unilad
Daging yang dibuat di laboratorium tanpa penyembelihan hewan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menyantap daging tanpa menyembelih hewan, mungkinkah itu terjadi?

Meski terdengar mustahil, rupanya para ilmuwan berhasil melakukannya.

Daging yang diproduksi di laboratorium ini dibuat tanpa penyembelihan hewan dan telah dijual untuk pertama kalinya.

Otoritas regulasi Singapura bahkan telah mengeluarkan tinjauan keamanannya.

Daging yang dijuluki 'clean meat' ini pun dipuji sebagai terobosan terbaru dalam industri makanan global.

Sekarang, daging tanpa penyembelihan hewan ini diolah dalam bentuk chicken bites yang diproduksi oleh sebuah perusahaan startup dari Amerika Serikat, Eat Just.

Daging ini diklaim memiliki nilai gizi yang sama dengan daging ayam pada umumnya.

Daging tanpa penyembelihan hewan ini dibuat karena tingginya permintaan daging alternatif untuk dikonsumsi.

Eat Just via UNILAD
Eat Just via UNILAD

Termasuk banyaknya pilihan makanan nabati di toko dan supermarket, seperti Beyond Meat dan Impossible Food.

Dikutip dari laman UNILAD, Selasa (8/12/2020), daging Eat Just dibuat dari sel otot hewan yang ditanam dalam bioreaktor berkapasitas 1.200 liter.

2 dari 3 halaman

Kemudian dikombinasikan dengan bahan nabati lainnya.

Teknologi Daging Masa Depan dari Israel, Daging Memphis dan Daging Shiok juga sedang membuat produk serupa.

Untuk memulai proses pembuatan daging ini, pertama sel dapat diambil dari biopsi hewan hidup.

Jadi tidak ada hewan yang perlu disembelih untuk produk ini.

Serum janin sapi yang diekstrak dari darah juga digunakan sebagai media pertumbuhan, namun nanti sebagian besar dibuang sebelum dikonsumsi.

Sementara serum nabati akan digunakan lagi.

Mengutip dari laman The Guardian, Josh Tetrick dari Eat Just mengatakan, "Semoga penemuan ini menjadi tonggak penting dalam industri makanan. Harapannya adalah dunia dalam beberapa tahun ke depan bisa mengonsumsi daging tanpa perlu membunuh hewan maupun merobohkan satu pohon."

Ia juga mengatakan daging ini rasanya mirip daging biasa.

Namun, saat ini mereka masih berusaha memperoleh persetujuan peraturan di negara lain untuk memperluas produksi.

Selain itu, faktor biaya juga masih menjad kendala.

3 dari 3 halaman

Menurut BBC News, nugget ayam hasil budidaya laboratorium ini diusulkan akan dijual dengan harga mulai dari 50 USD atau sekitar Rp 700 ribuan.

Meski harganya kemungkinan akan lebih murah dari itu, tapi lembaga nirlaba Good Food Institute di AS mengatakan, daging ini tidak akan menjadi pilihan utama hingga harganya setara standar harga daging pada umumnya.

Sedikit informasi, saat ini sekitar 130 juta ayam disembelih setiap hari untuk konsumsi daging, dan lebih dari empat juta ternak lainnya.

Saat ini sekitar 60 persen hewan mamalia di Bumi adalah ternak, dan 4 persennya liar.

Baca juga: Surströmming, Ikan Kaleng Berbau Busuk yang jadi Kuliner Lezat di Swedia

Baca juga: 9 Fakta Unik Menara Eiffel di Paris, Punya Apartemen Rahasia hingga Bunker Militer

Baca juga: 5 Kuliner Enak di Bandung Buat Sarapan, Ada Lontong Kari, Bubur Ayam hingga Nasi Kuning

Baca juga: Pecenongan, Jalan Sabang, dan 5 Tempat Kuliner Malam Legendaris di Jakarta

TribunTravel.com/tyas

Selanjutnya
Tags:
Daging Hasil LaboratoriumOtoritas regulasi SingapurEat Just Gilo-gilo
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved