Breaking News:

Umrah saat Pandemi, Kemenag: Kuncinya Edukasi dan Disiplin Protokol Kesehatan

Pemerintah Arab Saudi memberi ijin kepada jemaah dari luar negaranya untuk menyelenggarakan umrah pada 1 November 2020.

ABDEL GHANI BASHIR/AFP
Kondisi Kabah di Mekah sebelum visa Umrah ditangguhkan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Arab Saudi memberi ijin kepada jemaah dari luar negaranya untuk menyelenggarakan umrah pada 1 November 2020.

Indonesia menjadi negara pertama selain Pakistan yang mendapatkan kesempatan itu.

Total ada 359 jemaah umrah asal Indonesia yang terbang ke Arab Saudi dalam tiga periode keberangkatan tanggal 1, 3 dan 8 November 2020.

Demi memastikan kelancaraan umrah di masa pandemi tersebut, Menteri Agama, Fachrul Razi mengutus tim koordinasi dan pengawasan yang dipimpin oleh Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Oman Fathurahman.

Baca juga: 13 Jemaah Indonesia Positif Hasil Tes PCR, Arab Saudi Hentikan Sementara Visa Umrah

Tim terbang pada 9 November 2020 untuk mengidentifikasi sekaligus mengantisipasi permasalahan yang terjadi selama jemaah berada di Arab Saudi.

Plt Dirjen PHU dan Sekjen Kemenag rapat bersama Penanggungjawab Saudi Global Distribution System, Abdurrahman Fahd Syams, di Kementerian Haji dan Umrah Al Hamra, Mekkah.

Tim Koordinasi dan Pengawasan Umrah menggelar rapat dengan Konjen RI di KJRI Jeddah.
Tim Koordinasi dan Pengawasan Umrah menggelar rapat dengan Konjen RI di KJRI Jeddah. (Dok. Kemenag)

Berdasarkan hasil pengawasan, Kemenag meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan persiapan secara lebih komprehensif terkait penyelenggaraan umrah di masa pandemi, termasuk dalam sosialisasi dan edukasi jemaah.

"PPIU yang akan memberangkatkan jemaah umrah pada masa pandemi covid-19, harus mempersiapkan jemaahnya. Kuncinya edukasi. Jadi PPIU harus berikan edukasi secara intensif dan terperinci terkait prosedur pelaksanaan ibadah umrah saat pandemi," terang Oman di Jeddah, Senin (16/11) dilansir dari siaran pers resmi Kemenag.

Menurut Oman, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan agar sebelum berangkat, jemaah benar-benar memahami dan memaklumi situasi dan kondisi di Arab Saudi.

Ketaatan, kepatuhan, dan kedisiplinan jemaah dan penyelenggara untuk mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan juga sangat diperlukan agar jemaah tetap sehat dan aman dalam menjalankan perjalanan ibadah umrah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved