Breaking News:

Jelang Libur Panjang, Jumlah Wisatawan di Puncak Bogor Akan Dibatasi

Guna mengantisipasi penularan wabah Covid-19, Satgas Covid-19 akan membatasi jumlah wisatawan yang berlibur ke Puncak Bogor.

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Ilustrasi kemacetan di Jalur Puncak, Bogor 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat akan membatasi jumlah wisatawan saat libur panjang Oktober 2020.

Libur panjang yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 ini diprediksi akan menimbulkan lonjakan jumlah wisatawan yang berlibur ke Puncak.

Guna mengantisipasi penularan wabah Covid-19, Satgas Covid-19 akan membatasi jumlah wisatawan yang berlibur ke Puncak.

"Kita sudah warning dari sekarang kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya, untuk tidak dulu datang ke wilayah Puncak (batasi). Kan yang kita khawatirkan jadi klaster baru di sana," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Agus Ridho kepada Kompas.com di Cibinong, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Libur Panjang, Wisatawan yang Datang ke Puncak Bogor Akan Dites Rapid

Agus yang juga sebagai tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor menyebut bahwa saat ini pihaknya sudah mempersiapkan berbagai rencana untuk mengurangi lonjakan wisatawan selama libur panjang berlangsung.

Untuk itu, ia meminta masyarakat dari luar Bogor agar bisa mempertimbangkan lagi rencana liburan ke kawasan berhawa dingin yang terdiri dari tiga kecamatan, Ciawi, Cisarua, dan Megamendung.

"Sebetulnya yang paling utama mencegah orang datang ke wilayah Puncak. Ya tentunya kalau penduduk lokalkan tidak ada persoalan karena mereka tinggal di sana. Kalau wisatawan bicaranya mau dari Jakarta, mau dari Bekasi, mau dari Tangerang, yang jelas wisatawan," ungkapnya.

Selain rencana wajib rapid test Covid-19, lanjut Agus, pihaknya akan lebih gencar melakukan operasi yustisi ke pusat-pusat keramaian seperti objek wisata dan restoran di sepanjang jalur Puncak.

Contohnya, petugas Satgas Covid-19 ini akan ditekankan untuk memantau dan mengawasi pembatasan jumlah pengunjung objek wisata dan tempat makan supaya tidak melebihi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.

Begitu pula dengan razia orang-orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved