Breaking News:

Tempat Lahir Megawati Soekarnoputri dan 4 Fakta Unik Lainnya di Balik Istana Kepresidenan Yogyakarta

Fakta unik di balik Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta yang jadi tempat lahir Megawati Soekarnoputri.

Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Instagram/@istanakepresidenanyogyakarta
Istana Kepresidenan Yogyakarta, DIY. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta yang terletak dekat dengan 0 kilometer Kota Yogya di ujung selatan Jalan Malioboro pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia selama bertahun-tahun.

Bangunan yang berseberangan dengan Benteng Vredeburg tersebut memiliki luas 43.585 meter persegi.

Mulanya, Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta merupakan kediaman resmi residen Belanda ke-18 bernama Anthonie Hendriks Smissaert di Yogyakarta.

Bangunan tersebut dirancang oleh arsitek A Payen dengan gaya bangunan arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis.

Meskipun bangunan ini terletak di deretan kawasan wisata Malioboro, namun masih belum banyak yang mengetahui dan mengenalnya.

Cara Mengunjungi Istana Merdeka untuk Masyarakat Umum, Ini Aturan dan Persyaratannya

Nah, untuk itu TribunTravel memberikan informasi seputar fakta unik di balik bangunan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta unik Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

1. Pusat Pemerintahan Presiden Republik Indonesia (1946)

Sejarah Revolusi Indonesia pernah terjadi di Gedung Agung sekitar tahun 1946 hingga 1949.

Pada tanggal 4 Januari 1946 Presiden Soekarno, Mohammad Hatta beserta keluarganya dijemput diam-diam dari Jakarta dan dibawa ke Yogyakarta.

Selanjutnya pada tanggal 6 Januari 1946, Yogyakarta resmi menjadi Ibu Kota baru Republik Indonesia dan Gedung Agung menjadi Istana Kepresidenan.

TONTON JUGA:

2. Tempat Lahir Megawati Soekarnoputri

Ibu Fatmawati yang merupakan istri dari Presiden Soekarno yang saat itu sedang hamil tua, melahirkan Megawati Soekarnoputri pada Januari 1947 di Gedung Agung Yogyakarta.

3. Memiliki Arsitektur Unik

Saat masuk ke pintu gerbang utama Istana Kepresidenan Yogyakarta, akan terlihat patung raksasa penjaga pintu “Dwarapala” setinggi 2 meter yang berasal dari sebuah biara Candi Kalasan.

Juga terdapat Tugu Dagoba (tugu lilin) setinggi 3,5 meter yang terbuat dari batu andesit.

Arsitektur bangunan memperlihatkan corak paduan desain lokal dan gaya Eropa, sementara bagian depan berhiaskan arca Jawa.

Gaya Eropa terlihat menonjol pada bangunan Gedung Agung.

Terdapat tiang-tiang besar gaya Doria di serambi depan dan ruang makan, cekukan tempat kaca di dinding dan untaian lampu gantung kristal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved