Breaking News:

Lebih dari 6.000 Orang Tandatangani Petisi Tolak Pembangunan Bandara di Machu Picchu

Pembangunan bandara di Machu Picchu dirancang Pemerintah Peru pada tahun 2012 untuk melayani penerbangan internasional ke destinasi wisata tersebut.

zicasso.com
Machu Picchu, Peru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pembangunan bandara di destinasi terkenal di Machu Picchu, Peru menjadi polemik.

Pembangunan ini mendapat penolakan dari arkeolog, sejarawan dan konservasionis Peru.

Mereka mengajukan petisi menentang bandara di Machu Picchu.

Pembangunan bandara di Machu Picchu dirancang Pemerintah Peru pada 2012 untuk melayani penerbangan internasional ke destinasi wisata tersebut.

Pembukaan lahan direncanakan pada September untuk pembangunan bandara.

Seperti diketahui, Machu Picchu merupakan destinasi yang terkenal di Peru.

Menurut Guardian pada 2017 saja, destinasi tersebut dikunjungi 1,5 juta orang.

Tonton juga:

Pemerintah Peru berharap dengan pembangunan bandara akan membuka penerbangan internasional langsung ke Machu Picchu.

Pembangunan bandara di mulai dengan membuka lahan di Chinchero.

Bandara di Chinchero yang akan dibangun didesain untuk penerbangan dengan pesawat berbadan besar di dekat landmark bersejarah.

Saat ini wisatawan harus terbang ke Bandara Cusco yang terletak di 80 Km di selatan Machu Picchu.

Bandara itu hanya memiliki satu landasan pacu yang hanya mampu membawa pesawat berbadan sempit.

Rencana pembangunan bandara baru di Chinchero membuat 6 ribu orang mendatangani petisi.

Orang-orang yang mendatangani petisi menyebutkan pembangunan bandara harus dihentikan karena dikhawatirkan merusak situs di Machu Picchu.

"Lanskap yang dibangun berada di rute kuno yang dibangun Suku Inca," kata Natalia Majluf, seorang sejarawan seni Peru di Universitas Cambridge.

Natalia Majluf mengatakan, pembangunan bandara akan menghancurkan situs kuno tersebut.

Beberapa orang juga takut pembangunan bandara akan memunculkan berbagai bisnis baru di sekitar lokasi seperti hotel dan restoran.

Selain itu polusi suara dan udara dikhawatirkan akan menggangu situs paling suci dan bersejarah di Peru.

Namun, tampaknya Pemerintah Peru tetap akan melanjutkan proyek ini.

Pembebasan tanah akan rampung sepenuhnya pada September.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved