Breaking News:

Sempat Tutup Setahun, Pendakian Gunung Semeru Akan Kembali Dibuka

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan kembali membuka Jalur pendakian Gunung Semeru pada Kamis, (1/10/2020).

Tribun Travel/Sinta Agustina
Puncak Mahameru dilihat dari Kalimati. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan kembali membuka Jalur pendakian Gunung Semeru pada Kamis, (1/10/2020).

Dengan demikian, Gunung Semeru ini sudah genap satu tahun ditutup.

Sebelumnya, Gunung Semeru ditutup sejak Minggu (22/9/2019) karena mengalami kebakaran hutan.

Saat itu, kebakaran di kawasan hutan Gunung Semeru mencapai sedikitnya 97,3 hektar.

Jelang Dibukanya Pendakian Gunung Semeru, Prasasti Soe Hok Gie Dipasang di Puncak Mahameru

Kebakaran yang terjadi meliputi kawasan Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek dan Pusung Gendero.

Kebakaran juga melanda kawasan Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Po’o Senthong, dan Gunung Lanang.

Penampakan Gunung Semeru yang Terbakar
Penampakan Gunung Semeru yang Terbakar (Ig/cakyo_saversemeru)

Sejak mengalami kebakaran itu, gunung dengan puncak bernama Mahameru itu tidak dibuka lagi jalur pendakiannya sampai Indonesia dilanda wabah Covid-19.

Kepala Sub-Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan, pendakian Gunung Semeru akan dibuka secara bertahap dengan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pembukaan itu berdasarkan pada Surat Keputusan (SK) nomor 261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tentang Kebijakan Reaktivasi Secara Bertahap di Kawasan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM) dalam kondisi transisi akhir Covid-19.

Pembukaan juga berdasarkan pada Surat Edaran (SE) Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) nomor 9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Taman Nasional(TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM).

Pertimbangan lainnya adalah hasil evaluasi terhadap reaktivasi wisata konservasi Gunung Bromo yang dinilai kondusif, sehingga memungkinkan untuk membuka jalur pendakian Gunung Semeru.

Adapun, Gunung Bromo dan Gunung Semeru berada dalam satu kawasan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Evaluasi wisata Bromo hasilnya kondusif. Adanya ruang jika selama evaluasi Bromo hasilnya kondusif, maka diperbolehkan pembukaan pendakian Semeru,” kata Sarif melalui keterangan tertulis, Selasa (22/9/2020).

Tidak hanya itu, pembukaan Gunung Semeru juga berdasarkan pada hasil pengecekan jalur yang dianggap sudah bisa dilalui para pendaki.

Menurut Sarif, banyak pendaki yang sudah rindu mendaki ke Gunung Semeru.

Di sisi lain, pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru juga untuk membangkitkan roda perekonomian masyarakat.

Tonton juga:

Pada tahap awal pembukaan, Gunung Semeru dibuka untuk 120 pendaki per hari atau 20 persen dari total kapasitas.

Pembukaan kembali Gunung Semeru tertuang dalam surat pengumuman nomor PG. 09 /T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/9/2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Buka Kembali, Pendakian Gunung Semeru Tutup Setahun"

Dibuka 1 Oktober 2020, Ini Syarat Bagi Pendaki Gunung Semeru

Mulai 1 Oktober, Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali

Pendakian Gunung Semeru Bakal Dibuka Kembali, Kapasitasnya Dibatasi

7 Fakta Unik Gunung Guntur, Miniatur Gunung Semeru di Garut yang Punya Pemandangan Indah

Gunung Semeru Semburkan Lava Pijar Sejauh 1.000 Meter, Status Tetap Waspada

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved