Breaking News:

5 Mitos Makanan yang Belum Terbukti, Termasuk Makan Daging Kalkun Bikin Cepat Ngantuk

Mitos tentang makanan sudah dipercaya sejak lama. Sayangnya, semua mitos tentang makanan ini tidak semuanya terbukti.

rickstein.com
Ilustrasi sajian tiram di restoran 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mitos tentang makanan sudah dipercaya sejak lama.

Sayangnya, semua mitos tentang makanan ini tidak semuanya bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.

Mulai dari makanan yang tidak memiliki tanggal kadaluwarsa hingga dianggap punya kandungan tertentu sehingga bisa menyebabkan rasa kantuk setelah dimakan.

Dirangkum TribunTravel dari laman TheTravel, berikut deretan mitos tentang makanan dan fakta di baliknya.

1. Madu memiliki kadaluwarsa

Madu mentah tidak akan basi meski disimpan dalam waktu yang lama.
Madu mentah tidak akan basi meski disimpan dalam waktu yang lama. (Flickr/ ~trigger_happy~)

Meski didiamkan dalam waktu lama, biasanya madu tetap layak dikonsumsi.

Madu hanya terlihat memadat saat terkena suhu dingin.

Namun, di suhu ruang yang cenderung hangat madu tidak akan mengalami perubahan.

Sebenarnya madu memiliki umur simpan tidak terbatas jika disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.

Rasa dan aromanya mungkin berkurang seiring berjalannya waktu, tetapi madu biasanya baik untuk digulung bahkan setelah tanggal kedaluwarsa sudah lewat.

2. Setiap butir Fruit Loops punya rasa buah yang berbeda

Sereal berbentuk lingkaran warna-warni dengan lubang di tengah seperti donat ini diklaim punya rasa yang berbeda pada setiap warnanya.

Hal ini bahkan sudah lama jadi perdebatan.

Faktanya, semua butiran sereal ini memiliki rasa buah campuran yang sama, seperti yang telah dibuktikan dengan uji rasa oleh Food Beast.

3. French Fries ditelusuri ke Prancis

Garlic Fries, satu di antara banyak jenis kentang goreng.
Garlic Fries, satu di antara banyak jenis kentang goreng. (centralrestaurant.com)

Tidak ada yang bisa membuktikan asal-usul kentang goreng bisa ditelusuri di Prancis.

Itulah sebabnya asal-usul hidangan ini masih samar hingga sekarang.

Namun, ada dugaan makanan yang digoreng ini berakar dari Belgia.

Sementara di Prancis kentang goreng disebut "frites" yang mengisyaratkan hidangan ini tidak berasal dari negara yang namanya terdengar mirip.

Hingga sekarang hidangan yang populer di Amerika ini pun masih menyisakan kebingungan dari mana asalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved