Breaking News:

Pernah Jadi Tempat Terlarang, Kini Turis Boleh Liburan ke Pulau Ini

Pulau Koh Mak dulunya menjadi pulau terlarang untuk dikunjungi turis sampai 1985.

Flickr/glauserfresh
Ilustrasi pemandangan Pulau Koh Mak di Thailand, Jumat (18/9/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak tempat wisata di dunia ditutup sementara, tak terkecuali di Thailand.

Thailand memiliki tempat yang dulu pernah di larang untuk dikunjungi, yaitu Ko Mak di Trat.

Tempat itu konon tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan hingga 1985.

Ko Mak atau Koh Mak adalah pulau kecil di Provinsi Trat, Thailand yang menyuguhkan pemandangan alam begitu menakjubkan.

Saat ini, tempat wisata alam tersebut boleh dikunjungi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan alam.

Pulau kecil itu memiliki ombak yang tenang, bergerak perlahan mencapai Pantai Ao Khao di Koh Mak.

Ilustrasi pemandangan di Pulau Koh Mak, Thailand
Ilustrasi pemandangan di Pulau Koh Mak, Thailand (Flickr/glauserfresh)

Pulau di Italia Bakal Bayar Turis yang Berkunjung ke Sana

Air pantainya begitu hangat dan jernih, yang pasti akan memanjakan siapa saja yang ingin berenang di sana.

Lautan di pulau tersebut dihuni oleh sekelompok ikan kecil yang berenang di dekat pantai, ada juga burung laut yang sering sandar di tepi pantai.

Koh Mak adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi jika ingin merelaksasi diri dari bisingnya kota.

Suasana pantai yang tenang dengan pemandangan sunset menjadi tempat ini begitu istimewa.

Wisatawan bisa menikmati waktu sambil tiduran santai di ayunan di bawah pohon tepi pantai.

Pulau Koh Mak termasuk jauh dari kebisingan, seperti turis yang bermain jet ski, parasail, atau banana boat karena aktivitas tersebut dilarang di pulau ini.

e
Ilustrasi pemandangan di Pulau Koh Mak, Thailand (Flickr/Rory Haddon)

Sejarah Koh Mak

Diwartakan dalam bangkokpost.com, sejarah Koh Mak dapat ditelusuri kembali sejak masa Kerajaan Raja Rama V.

Dulunya Koh Mak adalah perkebunan kelapa milik Chao Sua Seng, seorang petugas urusan China.

Pulau itu dibeli oleh Luang Prompakdi, atau Plian Taveteekul, sekira 120 tahun lalu.

Orang kaya itu memutuskan untuk memindahkan keluarganya dari Koh Po di Prachan Khiri Khet provinsi Siam setelah pulau itu dijajah oleh Prancis dan kemudian menjadi bagian dari Koh Kong di Kamboja.

Setelah beberapa waktu, keluarga tersebut mengajak kerabat mereka bergabung dan pulau tersebut masih tetap dimiliki sebagian besar oleh kelima keluarga tersebut hingga hari ini.

TONTON JUGA:

Ide untuk membuka pulau itu sebagai pariwisata dimulai sekira tahun 1985 ketika sekelompok backpacker Eropa yang berada di Koh Chang mendayung perahu untuk menjelajahi sekitarnya dan berhenti di Koh Mak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved