Dulunya Lautan, Tempat Ini Berubah Menjadi Gurun Pasir dan Dijuluki Kuburan Kapal

Gurun Pasir Moynaq dulunya adalah Laut Aral yang mengering dan kini dijuluki sebagai kuburan kapal.

Flickr/ Anton Ruiter
Gurung Pasir Moynaq, dulunya adalah Laut Aral yang mengering. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Moynaq, Uzbekistan, dulunya adalah kota nelayan yang berkembang pesat di tepi Laut Aral.

Namun, kondisi tersebut berubah ketika air di Laut Aral mulai surut dan Moynaq menajdi kota hantu yang sunyi dan ditinggalkan.

Melansir dari laman Pulse.ng, Senin (14/9/2020), Laut Aral dulunya adalah danau garam terbesar keempat di dunia.

Memiliki luas sekira 68.000 km persegi dan membentang dari Kazakhstan bagian utara hingga selatan.

Mengapa Suhu Gurun Pasir Terasa Panas di Siang Hari tapi Dingin di Malam Hari?

Namun pada 1960-an, penguasa Soviet mengalihkan jalur dua sungai yang mengalir ke Laut Aral.

Jalur dua sungai dialihkan dengan tujuan mengembangkan produksi kapas di daerah tersebut.

Sejak saat itu, air yang ada di Laut Aral mulai surut dan kering, lantas tempat tersebut dijuluki sebagai Gurun Pasir Moynaq.

Alhasil, sebagian ikan mati karena tingkat salinitas (keasinan) yang meningkat drastis.

Dalam 50 tahun berikutnya hal ini terus berlanjut dan Laut Aral telah menyusut hingga hanya 10 persen dari ukuran aslinya.

Awalnya, para nelayan Moynaq berharap situasinya akan kembali normal, tetapi ketika sudah jelas bahwa tidak akan terjadi, kebanyakan dari mereka berangkat ke Rusia dan Kazakhstan untuk mencari pekerjaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved