Breaking News:

Jelang Hari Raya Galungan, Umat Hindu di Bali Pasang Penjor hingga Ngelawar

Perayaan Galungan dan Hari Raya Kuningan hanya berselisih sepuluh hari, maka tak heran jika kedua perayaan tersebut kerap disebut secara bersamaan.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Tribun Bali/Rizal Fanany
Warga di kawasan Banjar Jambe, Desa Kerobokan, Kuta Utara, mulai memasang penjor menjelang Galungan, Selasa (25/12/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Galungan menjadi satu hari raya spesial bagi umat Hindu.

Perayaan Galungan dan Hari Raya Kuningan hanya berselisih sepuluh hari, maka tak heran jika kedua perayaan tersebut kerap disebut secara bersamaan.

Ada banyak keunikan dan tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali saat perayaan Hari Raya Galungan.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, mungkin ada beberapa batasan pelaksanaan tradisi tersebut.

5 Jenis Sambal yang Cocok Jadi Cocolan Ikan Bakar, Kamu Suka yang Mana?

Atau bahkan tidak dilaksanakan, karena takut menyebabkan kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Bagi kamu yang belum tahu ada apa saja saat perayaan Hari Raya Galungan, simak informasi berikut.

Berikut beberapa keunikan yang ada di Bali saat perayaan Hari Raya Galungan yang dilansir dari Kompas Travel.

1. Rombongan orang-orang berpakaian adat menuju Pura

Ketika perayaan Hari Raya Galungan, kamu bisa menjumpai orang-orang berpakaian adat menuju Pura.

Pura dan jalan menuju pura akan tampak padat oleh umat Hindu yang beribadah sembari mengenakan baju bernuansa putih.

Para perempuan juga terlihat membawa sesaji.

2. Banyak Penjor terpasang

Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, sudut-sudut jalan di Bali akan dipasangi Penjor.

Penjor merupakan sebuah tiang bambu yang menjulang tinggi sekitar delapan meter dengan hiasan janur dan dilengkapi oleh hasil bumi.

Seperti padi, kelapa, jagung, buah-buahan, dedaunan dan hasil bumi lainnya.

3. Tradisi Ngelawang Barong

Ngelawang Barong dipercaya mampu menyeimbangkan alam dan menjauhkan manusia dari bala dan bahaya.

Tradisi ini dilakukan dengan mengusung barong dan randa berkeliling di luar pura.

Kegiatan ini biasa dilakukan oleh anak-anak kecil dengan iringan tabuhan gendang dan kenong.

4. Tradisi Ngurek

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved