Breaking News:

Berkunjung ke Santorini, Travel Influencer Ini Sebut Banyak Pengunjung Tak Pakai Masker

Seorang wisatawan yang juga travel influencer menyebut banyak turis di Yunani yang tidak memakai masker di tempat wisata.

Thesun.co.uk
Wisatawan di Santorini 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang wisatawan menyebut banyak turis di Yunani yang tidak memakai masker di tempat wisata.

Wisatawan yang juga travel influencer Katie Gorgadze ini berkunjung ke Santorini bersama pacaranya.

Ia bertemu dengan banyak wisatawan yang tak memakai masker saat menikmati matahari terbenam.

Katie dan wisatawan lain meunju ke Kastil Oia yang terkenal untuk menyaksikan matahari terbenam.

Santorini dan 6 Pulau Paling Indah di Dunia Tanpa Kasus Covid-19

Saat berada di Kastil Oia, Katie menceritakan banyak wisatawan berkerumun tidak menerapkan social distancing dan juga tak memakai masker.

Melansir dari Insider, wisatawan tersebut menyebut kalau penduduk setempat mengatakan kepadanya wisatawan dibatasi 50 persen dari kapasitas pulau tersebut.

Namun, pada saat kedatangan, orang-orang sudah antre untuk berfoto.

"Saya sangat terkejut dengan jumlah orang di lokasi.Jika tidak sibuk untuk penduduk setempat, saya tidak dapat membayangkan betapa sibuknya di tahun-tahun sebelumnya," katanya seperti
dilansir dari The Sun.

Masker hanya harus dipakai di dalam ruangan di Santorini, tetapi polisi akan bergerak jika ada kerumunan.

"Tidak banyak pelancong yang memakai masker Itu sebabnya kami memutuskan untuk tinggal sedikit secara terpisah dan menunggu matahari menghilang di balik cakrawala," katanya.

2 dari 2 halaman

Setelah matahari terbenam, kerumunan dengan cepat bubar, meninggalkan jalan kecil yang jauh lebih kosong.

Wisatawan menunggu sunset
Wisatawan menunggu sunset (thesun.co.uk)

Santorini memberlakukan pembatasan baru setelah tingkat infeksi Covid-19 di seluruh Yunani meningkat dengan total 8987 kasus.

Menurut media lokal, pihak berwenang di pulau itu telah membagikan masker wajah gratis kepada wisatawan untuk menjaga infeksi baru tetap rendah, dengan polisi bergerak di kerumunan
besar.

Namun, Giorgadze menambahkan bahwa dia merasa aman selama sisa perjalanannya, dengan staf yang mengenakan masker di hotel.

Meskipun menambahkan bahwa dia merasa lebih aman di Italia, tempat mereka sebelumnya berkunjung sebagai bagian dari perjalanan darat mereka.

"Semua tempat yang kami kunjungi terasa sangat kosong tidak peduli apakah kami berada di desa kecil atau kota besar. Kami benar-benar merasa seperti kami adalah satu-satunya turis,"
katanya.

Membandingkan pembatasan di Yunani dan Italia, dia memperingatkan bahwa mereka "jauh lebih santai" di masa sebelumnya, karena masker wajah tidak diberlakukan pada wisatawan di
ruang publik.

Ada Peningkatan Kasus Covid-19, Pariwisata Yunani Terancam Ditutup Kembali

Yunani Membuka Perbatasan Mulai 15 Juni 2020, Pelancong Harus Tes Kesehatan saat Tiba di Bandara

Fakta Unik Pamukkale, Kolam Air Panas di Turki Tempat Berendam Para Raja Yunani Kuno

6 Negara Tertua di Dunia, Yunani Kuno Sudah Ada Sejak 3.200 Tahun Sebelum Masehi

(TribunTravel/Arif Setyabudi)

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
SantoriniYunaniCovid-19 Halloumi Avgolemono
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved