Sejarah Oscar Wilde Tomb, Makam Berlapis Ribuan Bekas Lipstik di Paris

Makam itu menampilkan sosok bersayap menyerupai Sphinx dengan sayap yang terentang secara vertikal, yang didasarkan pada puisi Wilde, The Sphinx .

Flickr/Toby Charlton-Taylor
Makam Oscar Wilde 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika kamu berkunjung ke Paris, tidak ada salahnya mampir sejenak ke sebuah makam.

Makam milik Oscar Wilde ini berbeda dibanding makam kebanyakan.

Kamu akan menemukan ribuan bekas lipstik memenuhi bagian bawah makam.

Bukan tanpa alasan para wanita meninggalkan bekas ciumannya di sana.

TONTON JUGA

Ada sejarah yang menarik untuk diulas dari sebuah makam yang dipenuhi bekas ciuman itu.

Dilansir TribunTravel dari laman amusingplanet.com, makam ini milik penulis dan penyair Irlandia abad 19 yang terkenal, Oscar Wilde.

Makam dipahat dari balok batu seberat 20 ton.

Makam itu menampilkan sosok bersayap menyerupai Sphinx dengan sayap yang terentang secara vertikal, yang didasarkan pada puisi Wilde, The Sphinx .

Selama bertahun-tahun, penggemar wanita telah mengunjungi makam dan monumen peringatan Wilde di pemakaman terbesar di Paris Pére Lachaise untuk memberi penghormatan kepada penulis naskah Irlandia dan meninggalkan bekas mereka dalam lipstik merah.

Lebih dari ribuan ciuman lipstik dan pesan grafiti menutupi bagian bawah makam.

Kebiasaan itu dimulai pada akhir 1990-an, ketika seseorang memutuskan untuk meninggalkan ciuman lipstik di makam.

Sejak saat itu bekas ciuman menggunakan lipstik merah telah bergabung dengan grafiti merah yang berisi ekspresi cinta, seperti: "Anak liar kami mengingatmu", "Terus memandangi bintang-bintang" dan "Keindahan nyata berakhir di mana kecerdasan dimulai".

Mencium makam Oscar di tempat wisata Paris telah menjadi keharusan bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Meski ada denda sebesar 9,000 poundsterling setara Rp 112 juta yang dikenakan pada siapa pun yang tertangkap mencium atau merusak monumen bersejarah, namun tampaknya tidak berpengaruh pada para penggemar sang penyair ini.

Sulit untuk menangkap orang dalam tindakan itu, dan sebagian besar penjahat adalah turis yang sudah lama pergi sebelum polisi bisa membawa mereka ke pengadilan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved