Masuki Fase Adaptasi Kebiasaan Baru, Pedagang di Malioboro Belum Beroperasi Normal

Memasuki fase adaptasi kebiasaan baru, pedagang batik yang berjualan di selasar toko di sepanjang Jalan Malioboro belum beroperasional secara normal

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
KAWASAN PEDESTRIAN. Warga beraktivitas di kawasan jalan Malioboro, kota Yogyakarta, Senin (5/11/2018). Direncanakan akan dilaksanakan ujicoba pelaksaaan jalan Malioboro menjadi kawasan pedestrian secara penuh hanya bus Transjogja dan kendaraan tak bermotor yang boleh melintas. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Memasuki fase masa adaptasi kebiasaan baru, pedagang batik yang berjualan di selasar toko di sepanjang Jalan Malioboro belum beroperasional secara normal.

Satu diantaranya pedagang yang tergabung di dalam Paguyuban Tri Dharma.

"Untuk pedagang yang tergabung di dalam Paguyuban Tri Dharma yang kembali beroperasional sekitar 25 persen.

Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tutur Rudiarto, Ketua Paguyuban Tri Dharma belum lama ini.

Adapun pedagang yang tergabung di dalam paguyuban Tri Dharma diantaranya pedagang suvenir, batik dan kaos.

Terpisah, saat ditemui Tribunjogja.com seorang pedagang batik di Malioboro yang juga tergabung di dalam anggota Paguyuban Tri Dharma bernama Herlina mengatakan dirinya mulai beroperasional kembali sejak sebulan yang lalu.

Herlina, pedagang batik di Malioboro sedang merapikan dagangannya, Rabu (22/7/2020)
Herlina, pedagang batik di Malioboro sedang merapikan dagangannya, Rabu (22/7/2020) (TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih)

"Buka kembali sejak sebulan yang lalu sejak Covid-19 mewabah di Yogyakarta. Penjualan juga mulai menggeliat namun semenjak ada isu jika di Solo dinyatakan sebagai zona hitam, penjualan mulai menurun lagi," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut kata Herlina, pembeli yang membeli dagangannya selama ini berasal dari luar DIY.

"Kalau saya tanya kebanyakan dari Surabaya dan Bandung. Namun mereka menggunakan transportasi pribadi," kata dia.

Terlebih untuk penjualan batik sekarang ini setiap harinya juga tidak menentu.

"Kalau sekarang ini tidak menentu penjualannya. Dulu sempat beberapa hari tidak ada penjualan sama sekali. Tapi mau bagaimana lagi daripada diam dirumah saja. Sekarang ini kalaupun ramai hanya Sabtu dan Minggu.

Itu pun mereka hanya jalan-jalan saja tidak membeli. Kemarin jualan mendapatkan Rp 400.000 itu belum bersih.

Kalau jualan batik kan untuk modalnya sendiri udah besar daripada jualan suvenir. Walaupun begitu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya. 

Viral di Medsos, Warkop di Surabaya Sediakan Internet dan Teh Gratis untuk Siswa yang Belajar Daring

Sempat Viral di Twitter, Wisata Terasering Panyaweuyan Dikunjungi Ridwan Kamil

Bendung Lepen Sungai Gajah Wong, Wisata di Jogja yang Tawarkan Sensasi Kaki Dikerubungi Ikan

Sebelum Liburan ke Yogyakarta, Unduh Dulu Aplikasi Jogja Pass


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Memasuki Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Pedagang di Malioboro Belum Beroperasional Secara Normal

 
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved