6 Makanan yang Pernah Dianggap Murah Kini Jadi Santapan Mewah, Ada Lobster hingga Sushi

Lobster, tiram, sushi merupakan contoh makanan yang punya harga cukup mahal dan bisa digolongan makanan mewah.

Istimewa untuk TribunTravel.com/Tourism Western Australia (TWA)
Menu lobster di Lobster Shack 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tahukah kamu jika harga makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas dan ketersedian makanan tersebut?

Biasanya semakin bagus kualitasnya, maka harga jual makanan tersebut semakin mahal.

Lobster, tiram, sushi merupakan contoh makanan yang punya harga cukup mahal dan bisa digolongan makanan mewah.

Namun, tahukah kamu jika dulunya beberapa makanan mahal dan mewah tersebut justru dianggap sebagai makanan murahan?

TONTON JUGA

Seperti yang dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut enam makanan yang dulu dianggap murahan kini jadi santapan mewah:

1. Lobster

Jika kamu amati lobster memiliki bentuk yang agak mirip dengan kecoa raksasa, hingga tak mengherankan jika dulu ia dijuluki sebagai 'kecoa samudra'.

Namun kini, makanan ini dianggap mewah dan mahal.

Jika dulu lobster sering dijadikan santapan orang miskin, umpan untuk memancing dan makanan bagi kucing.

Semuanya berubah setelah perang dunia II, ketika para penumpang kereta api di Amerika diberikan makanan berupa lobster yang dijual dengan harga yang mahal.

Para penumpang pun menganggap lobster sebagai makanan yang lezat dan langka maka tak heran jika dijual mahal.

Sejak saat itulah lobster menjadi makanan berkelas yang dibanderol dengan harga mahal.

2. Kentang

Tahukah kamu jika kentang dulu dijadikan makanan ternak.

Dahulu masyarakat menganggap kentang sebagai tumbuhan ilegal yang beracun, bahkan orang miskin pun menolak untuk mengonsumsinya.

Keadaan berubah ketika seorang perwira militer Spanyol, Antoine Auguste menuliskan tentang manfaat kentang jika dikonsumsi sebagai makanan pokok.

Semenjak itulah masyarakat mulai menerima keberadaan kentang hingga menjadikan kentang dalam beragam olahan.

3. Sushi

Sushi pertama kali dibuat oleh orang Tiongkok bukan orang Jepang.

Pada awalnya sushi bukanlah makanan melainkan teknik pengawetan alami agar makanan tetap segar.

Orang Tiongkok menggunakan beras yang difermentasi untuk menyimpan ikan agar tetap segar.

Nah baru pada abad ke-17, orang Jepang mulai memakan ikan ini dengan dicampur cuka beserta varian isi lainnya.

Dan sekarang sushi menjadi makanan yang memiliki harga mahal dan dianggap mewah.

4. Tiram

Di abad ke-19, tiram menjadi makanan orang miskin di Inggris, di mana makanan ini hanya diberikan kepada tunawisma, santapan para narapidana, serta masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

Dan di akhir abad ke-19, banyak tiram yang mati karena pencemaran saluran air di Inggris yang menjadikannya makanan langka dan hanya bisa dimakan oleh orang kaya.

5. Pizza

Dulu di Italia, pizza hanya dikonsumsi oleh orang-orang yang kurang secara ekonomi, bahkan keluarga anggota kerajaan pun dilarang untuk makan pizza.

Setelah puluhan tahun kemudian, para imigran dari Italia pergi ke Amerika dan menyebarkan pizza menjadi makanan internasional.

Dan kini pizza menjadi satu makanan yang cukup mewah dan mahal karena toppingnya berbahan dasar bahan mahal dan mewah.

6. Bekicot

Jika dulu bekicot dianggap sebagai hewan yang menjijikan, bahkan tidak terlintas di pikiran untuk menjadikan hewan ini sebagai santapan.

Akan tetapi sekarang berbeda, sejak diolah juru masak dari Prancis, bekicot menjadi bahan makanan yang mahal.

Juru masak dari Prancis ini memadukan bekicot dengan bumbu sedap yang mantap dan dicampur dengan mentega.

Kini bekicot pun menjadi makanan lezat ala Prancis yang mahal.

 Oatmeal dan 8 Makanan yang Baik Disantap untuk Sarapan Pagi

 6 Makanan Ini Hanya Bisa Kamu Temukan di Jepang, Ada Wasabi Donburi hingga Shirasu Pizza

 Liburan di Era New Normal, Ini 9 Makanan Menyehatkan yang Bisa Dipilih untuk Menu Sarapan

 Jamin Kebersihan Makanan dan Minuman di Penerbangan, AirAsia Permudah Pemesanan Makanan

 Angulas, Makanan Tanpa Rasa dan Warna dari Spanyol yang Harganya Sangat Mahal

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved