Fakta Unik Conch Island, Pulau Buatan dari Tumpukan Cangkang Kerang di Karibia

Meskipun sebagai "tempat sampah" Conch Island mempunyai daya tarik yang memukau di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Karibia.

Instagram/ash_mo
Wisatawan yang berpose dengan latar Conch Island 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di sebelah timur Anegada, pulau terbesar kedua di Kepulauan Virgin Britania Raya, Karibia terdapat Conch Island atau dalam bahasa Indonesia sebagai Pulau Keong.

Pulau Keong ini adalah bukan pulau yang terbentuk secara alami, namun tumpukkan cangkang kerang keong yang dibuang oleh nelayan di satu tempat selama ribuan tahun.

Meskipun sebagai "tempat sampah" Conch Island mempunyai daya tarik yang memukau di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Karibia.

Diketahui daging kerang keong sudah menjadi makanan pokok warga setempat selama ribuan tahun.

TONTON JUGA

Sudah selama ribuan tahun, para nelayan lokal mencari kerang keong di perairan dangkal di kawasan Anegada untuk mencari kerang keong untuk dikonsumsi.

Daging kerang keong ini disantap oleh warga setempat dan membuang cangkangnya ke tempat yang sama selama ribuan tahun dan membentuk gundukan luas dari cangkang kerang keong.

Karena ketekunan para nelayan membuang kerang keong di tempat yang sama, mengakibatkan gundukan yang lama-kelamaan meluas dan membentuk sebuah pulau.

Sebenarnya, tidak semua cangkang kerang keong yang dibuang ke Conch Island, kerang-kerang yang tidak rusak dan masih bagus dijual sebagai perhiasan dan kenang-kenangan para pengunjung.

Kerang keong yang yang dibuang dan membentuk sebuah pulau ini adalah cangkang keong yang rusak dan sulit untuk dijual.

Hal ini dikarenakan ketika mengambil daging dari kerang keong para nelayan ini mencongkelnya dengan menggunakan obeng atau pisau yang mengakibatkan cangkang keong menjadi rusak.

Untuk mengetahui berapa lama Conch Island tersebut terbentuk, pada ilmuwan mencoba mengekstraksi beberapa cangkang tersebut.

Mereka mencoba menggunakan penanggalan radio karbon dan mereka memastikan Conch Island sudah ada sejak tahun 1245 yang lalu.

"Tempat pemakaman keong ini mendukung fakta bahwa penduduk asli Arawak hidup di Anegada ribuan tahun yang lalu," kata para ahli.

Meskipun sudah ada sejak 200 tahun terakhir, sebenarnya nelayan keong modernlah yang sudah memberikan kontribusi yang besar dalam pembuatan Conch Island tersebut.

Dan secara tidak sengaja, Conch Island sudah menjadi satu destiniasi wisata di Anegada yang unik dengan lanskap pantai yang juga indah.

 Rekomendasi Hotel Bintang 3 di Pulau Bintan Surga Wisata Alam Eksotis, Tarif Mulai Rp 200 Ribuan

 Fakta Unik Adak Island, Pulau Tandus yang Memiliki Hutan Nasional Terkecil di AS

 8 Tempat Wisata di Kepulauan Seribu yang Telah Dibuka, dari Pulau Ayer hingga Pulau Bidadari

 Menelusuri Keindahan Pulau Kaniungan, Surga Tersembunyi di Kalimantan Timur

 Fakta Unik Pulau Togean, Peredaran Mata Uang Asing Lebih Banyak Dibanding Rupiah

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved