Breaking News:

Gunung Merbabu hingga Tambora, 29 TN, TWA, dan SM Diizinkan untuk Dibuka Kembali

Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margastwa yang dibolehkan dibuka untuk kunjungan tersebut merupakan yang berada di zona hijau dan kuning.

Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya
Sabana di Jalur Pendakian Gunung Merbabu 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengizinkan pembukaan kawasan ekowisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dilansir oleh TribunTravel dari Kompas, terdapat 29 tempat yang terdiri Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) yang sudah dapat dibuka secara terbatas.

Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margastwa yang dibolehkan dibuka untuk kunjungan tersebut merupakan yang berada di zona hijau dan kuning.

Ada berbagai tempat yang sudah diizinkan untuk dibuka kembali, seperti TN Gunung Merbabu, TN Bromo Tengger Semeru, hingga TN Tambora.

Pelaksanaan pembukaan TN, TWA, dam SM tersebut disesuaikan dengan tata waktu yang telah disusun oleh masing-masing pengelola.

Diprediksi pembukaan tahap pertama akan dimulai pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2020.

Daftar Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa yang Diizinkan Dibuka

  1. TN Kepulauan Seribu
  2. TN Gunung Halimun Salak
  3. TN Gunung Gede Pangrango
  4. TN Gunung Ciremai
  5. TN Gunung Merbabu
  6. TN Gunung Merapi
  7. TN Bromo Tengger Semeru
  8. TN Alas Purwo
  9. TN Meru Betiri
  10. TN Bali Barat
  11. TN Kutai
  12. TN Tambora
  13. TN Gunung Rinjani
  14. TN Manupeu Tandaru
  15. TN Laiwangi Wanggameti
  16. TN Kelimutu
  17. TN Kepulauan Komodo
  18. TWA Angke Kapuk
  19. TWA Gunung Papandayan
  20. TWA Cimanggu
  21. TWA Kawah Gunung Tangkuban Perahu
  22. TWA Guci
  23. TWA Telogo Warno/Pengilon
  24. TWA Grojogan Sewu
  25. TWA Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup
  26. TWA Pulau Sangalaki
  27. TWA Lejja
  28. TWA Manipo
  29. TWA Riung 17 Pulau

Pengelola 29 TN, TWA, SM yang telah diperbolehkan menerima kunjungan wisata alam pun telah menyusun protokol kunjungan sesuai protokol Covid-19.

Adapun protokol tersebut di antaranya pembatasan jumlah pengunjung yaitu hanya 10-30 persen dari daya dukung daya tampung atau dari rerata pengunjung tahun lalu.

Kemudian, secara bertahap dapat ditingkatkan sampai maksimal 50 persen sesuai hasil evaluasi.

Tujuan evaluasi tersebut, kata dia, untuk keputusan melanjutkan membuka kunjungan atau menutup kembali apabila terjadi kasus penularan.

Rincian protokol secara lengkap disesuaikan kondisi masing-masing TN,TWA, dan SM.

Pihak pengelola TN, TWA, dan SM juga memuat arahan-arahan seperti jaga jarak, penggunaan masker, hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, surat sehat, dan asuransi.

Kemudian, untuk sementara khusus pendakian hanya diperbolehkan berkegiatan satu hari atau one day trip untuk menjamin penerapan protokol Covid-19.

Kemudian, terdapat sanksi yang diberikan kepada pengunjung atau siapa pun yang tidak mematuhi protokol dalam bentuk melarang yang bersangkutan untuk masuk ke TN,TWA, dan SM.

Sanksi juga dapat diberikan dalam bentuk lain seperti menyemai bibit, menanam pohon, membersihkan kawasan, mengumpulkan sampah, posting promosi di media sosial dan lainnya.

 Panorama Curug Cikabuyutan, Destinasi di Kuningan yang Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan

 10 Tempat Wisata di Kuningan yang Instagramable, Pondok Pinus Palutungan hingga Bukit Panembongan

 5 Tempat Wisata di Kuningan yang Tawarkan Pemandangan Alam Memukau

 5 Tempat Wisata Terpopuler di Kuningan, Cocok Dikunjungi Pecinta Selfie

 Eksotisme Telaga Biru Cicerem, Blue Lake dari Kuningan Jawa Barat

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved