Idul Fitri 2020

6 Fakta Mudik, Tradisi Masyarat Indonesia yang Saat Ini Dilarang Akibat Pandemi Covid-19

Di Indonesia, tradisi saat Lebaran yang kerap dilakukan umat Muslim adalah mudik Lebaran.

WARTA KOTA/henry lopulalan
Ilustrasi mudik lebaran 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Idul Fitri di sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, jatuh pada esok hari, Minggu (24/5/2020).

Di Indonesia, tradisi saat Lebaran yang kerap dilakukan umat Muslim adalah mudik Lebaran.

Namun, saat ini mudik dilarang dilakukan karena adanya pandemi Covid-19.

Kendati demikian, ada beberapa fakta tentang mudik yang perlu kamu ketahui.

Serba-serbi Lebaran, Mulai dari Penentuan Awal Bulan Syawal hingga Tradisi Saat Idul Fitri

1. Setengah penduduk perkotaan kembali ke kampung halaman

Utamanya Jakarta.

Bisa dibilang, Jakarta menjadi sepi ketika musim mudik tiba, jalanan juga lebih lengang.

Diperkirakan, warga Jakarta yang mudik mencapai lebih dari 500 ribu jiwa.

Serta hampir setengah dari jumlah tersebut menggunakan transportasi udara.

Suasana antrean kendaraan saat akan keluar Pintu Tol Pasteur, Kota Bandung, Jumat (25/3/2016). Peningkatan jumlah kendaraan itu terjadi bersamaan dengan libur panjang, dimana Kota Bandung kembali menjadi tujuan wisata warga Jakarta dan warga kota lainnya untuk mengisi liburan dari Jumat hingga Minggu (25-27/3/2016).
Suasana antrean kendaraan saat akan keluar Pintu Tol Pasteur, Kota Bandung, Jumat (25/3/2016). Peningkatan jumlah kendaraan itu terjadi bersamaan dengan libur panjang, dimana Kota Bandung kembali menjadi tujuan wisata warga Jakarta dan warga kota lainnya untuk mengisi liburan dari Jumat hingga Minggu (25-27/3/2016). (Tribunnews.com)

2. Membawa banyak barang bawaan

Sudah tidak diragukan lagi, setiap pemudik membawa banyak barang, baik saat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Kebanyakan barang yang dibawa adalah oleh-oleh atau makanan khas Lebaran.

3. Kebanyakan pemudik menggunakan kendaraan roda dua

Sebenarnya, ada banyak pilihan moda transportasi untuk mudik.

Seperti, bus, kapal laut, pesawat, kereta api, dan kendaraan pribadi yang mencakup sepeda motor dan mobil.

Di antara begitu banyaknya pilihan kendaraan itu, sepeda motor menduduki jumlah terbanyak.

Sepeda motor adalah moda transportasi favorit dan dianggap memiliki kelebihan tertentu.

Pemudik menganggap sepeda motor jauh lebih hemat biaya dan dapat melewati kemacetan lebih lincah.

Padahal mudik dengan sepeda motor juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Pemudik bermotor dari jalur selatan tujuan Jabotabek dan sekitarnya melintas di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (10/7/2016), pada arus balik H+4 Lebaran.
Pemudik bermotor dari jalur selatan tujuan Jabotabek dan sekitarnya melintas di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (10/7/2016), pada arus balik H+4 Lebaran. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

4. Kemacetan yang luar biasa

Akibat membludaknya volume kendaraan yang melintas, jalur mudik dan beberapa kota lain mengalami kemacetan yang parah.

Bahkan, macet dapat mengular hingga beberapa kilometer.

Ini berarti kemacetan tidak hanya dimiliki Jakarta.

5. Pendapatan daerah meningkat

Mudik dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah tujuan pemudik.

Pasalnya, mudik meningkatkan pendapatan daerah, bahkan bisa mencapai Rp 90 miliar.

6. Angka kecelakaan meningkat

Sayang sekali, semakin banyaknya kendaraan yang melintas saat mudik, semakin meningkat pula angka kecelakaan yang terjadi.

Kecelakaan dapat mencakup mobil pribadi, sepeda motor, hingga bus antar kota.

Oleh karenanya, tetap waspada dan jangan paksakan untuk terus berkendara saat badan terasa lelah.

Jangan lupa pula untuk mengecek kondisi kendaraan supaya perjalanan mudik lebih aman.

7 Fakta Ketupat, Hidangan yang Wajib Tersaji Saat Lebaran di Indonesia

Bodu Beru, Tarian Tradisional Maldives untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri

7 Fakta Ketupat, Hidangan yang Wajib Tersaji Saat Lebaran di Indonesia

Idul Fitri di Indonesia Jatuh pada 24 Mei, Bagaimana dengan Negara Lain?

(TribunTravel/Rizki A Tiara)

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved