Idul Fitri 2020

Bodu Beru, Tarian Tradisional Maldives untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Bodu Beru, dikenal sebagai tarian tradisional tertua dari kebudayaan Dhivehi. Tarian ini juga digunakan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri

Breakingtravelnews.com
Tradisi Bodu Beru di Maldives 

TRIBUNTRAVEL.COM - Maldives atau Maladewa adalah satu destinasi favorit traveler dari seluruh dunia.

Keindahan Maldives sudah terkenal di berbagai negara.

Artis Hollywood hingga Indonesia kerap membagikan liburan mereka di Maldives.

Maldives menawarkan keindahan alam dengan pantai-pantai yang indah dan juga keramahan penduduknya.

Dikenal punya wisata kepulauan yang indah, Maldives merupakan sebuah negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Bahkan, Islam adalah satu-satunya ngara yang diakui oleh Maldives dengan Kontitusi Maladewa yang disahkan tahun 2008.

Berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri di Maldives ada tradisi sendiri dalam menyambut lebaran yang mereka sebut Kuda Eid atau Fithru Eid.

8 Fakta Unik Maldives, Termasuk Tarian Tradisional Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Kuda Eid merupakan awal dari bulan syawal sekaligus akhir Ramadan.

Maldives biasanya menetapkan tanggal 1,2, dan 3 Syawal sebagai hari libur nasional.

Masyarakat yang tinggal di desa atau kawasan rural, memiliki cara tersendiri untuk merayakan Idul Fitri atau Kuda Eid.

Mereka akan melakukan tarian tradisional bernama Bodu Beru saat hari raya ini tiba.

Orang-orang turut berpartisipasi dan membawakannya dengan begitu antusias.

Suasana Kuda Eid di Maladewa pun berlangsung dengan menyenangkan dan penuh senda gurau.

Bodu Beru, dikenal sebagai tarian tradisional tertua yang masih tertinggal dari kebudayaan Dhivehi.

Tarian ini diikuti oleh 15 orang yang bernyanyi dan memainkan alat musik drum.

Kalau dilihat sekilas tampak permainan ini tanpa struktur.

Namun kalau diamati secara langsung ada satu vokalis yang menyanyikan lagu tradisional dan sisanya menjadi paduan suara.

Dalam satu grup ada enam penabuh drum bernama Beruverin.

Beru atau drum adalah instrumen utama dan paling khusus yang digunakan dalam musik tradisional ini.
Drum itu sendiri dibuat secara lokal dengan bahan yang tersedia di pulau-pulau.

Untuk memainkan Bodu Beru, seseorang harus mengenakan pakaian tradisional, biasanya sarung dan kemeja putih.

Pesan yang terkandung dalam lagu-lagu yang dibawakan pun beragam, ada yang menyoal cinta, humor, bahkan bercerita tentang kepahlawanan.

Mulanya, musik dan tarian akan dimainkan secara perlahan, namun lama kelamaan, gerakan, musik, juga nyanyian yang dibawakan akan semakin meriah dan atraktif.

Gerakan tarian Bodu Beru juga tidak hanya terdapat satu jenis, melainkan beragam.

Bodu Beru ini memiliki asal usul dari Afrika Timur.

Hal yang paling menarik dan menarik tentang Bodu Beru adalah membuat orang berdiri dan menari.

Musik dimulai dengan irama lambat dan pada waktunya akan mengarah ke gerakan yang cepat.

Untuk turis, tarian Bodu Beru tradisional ada di hampir semua pulau resor.

Biasanya ada dua hingga tiga malam di mana Bodu Beru dilakukan di pulau-pulau resor.

Selama malam-malam itu, para tamu dapat bergabung dengan kesenangan dan didorong untuk bergabung dengan paduan suara.

Terjebak Lockdown, Pasangan Asal Afrika Selatan Jadi Satu-satunya Tamu di Resor Maldives Ini

Kisah Para Turis Terjebak di Maldives yang Lockdown Akibat Pandemi Covid-19

Terjebak saat Maldives Lockdown, Turis Justru Senang dan Tak Mau Pulang

Pakai Bikini Saat Kunjungi Pantai di Maldives, Turis Ini Ditangkap Polisi

Pesona Pantai Ora, Surga Tersembunyi di Maluku yang Tak Kalah Indah dari Maldives

(TribunTravel/Arif Setyabudi) 

Ikuti kami di
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved