Breaking News:

35 Fakta Unik Selandia Baru, Negara Terakhir yang Dihuni Manusia

Dilansir TribunTravel dari laman thefactfile.org, berikut deretan fakta unik Selandia Baru yang berisi sejarah, geografi dan budayanya.

Instagram/mahendrareddy91
Mount Cook di Selandia Baru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selandia Baru adalah negara kepulauan di barat daya Samudra Pasifik.

Karena letaknya yang terpencil, Selandia Baru menjadi satu negeri terakhir yang dihuni manusia.

Selain terkenal akan keindahan alamnya, banyak fakta unik Selandia Baru yang menarik untuk dibahas.

Dilansir TribunTravel dari laman thefactfile.org, berikut deretan fakta unik Selandia Baru yang berisi sejarah, geografi dan budayanya.

TONTON JUGA

1. Kepulauan Great Barrier di Selandia Baru utara, banyak menggunakan posko merpati.

Selama awal abad ke-20, ada dua perusahaan yang "mempekerjakan" merpati untuk menyampaikan informasi penting.

Itu tetap merupakan simbol budaya penting dari wilayah tersebut.

2. Auckland Volcanic Field adalah tempat terbaik bagi ahli geologi mempelajari seismologi global .

Auckland Volcanic Field memiliki 50 gunung berapi dengan usia yang relatif muda yakni lebih dari 650 tahun.

3. Remaja berusia minimal 16 tahun dapat mengajukan SIM.

Dengan jalan yang bagus dan satu tingkat kepemilikan mobil per kapita tertinggi, menjadikan Selandia Baru negara yang ramah pengemudi.

4. Kea adalah burung yang menarik dari Selandia Baru.

Dikenal sebagai "badut pegunungan", itu adalah satu-satunya nuri alpine di dunia.

Terkenal karena kecerdasannya, Kea sering mencuri karet dari ransel turis dan membocorkan ban mobil.

5. Perdana Menteri Selandia Baru menunjuk Penyihir Nasional, untuk membantu merumuskan kebijakan utama tentang sihir.

6. Penduduk asli Selandia Baru tiba dari Polinesia, dengan kano.

Polinesia adalah sekumpulan pulau di Pasifik Tengah dan Selatan.

7. Penduduk asli sangat terkesan dan tertarik oleh Aotearoa (saat mereka menyebut Selandia Baru) sehingga mereka lupa leluhur mereka dan mengubah diri mereka menjadi orang Maori.

Mereka bahkan tidak pernah peduli untuk menghubungi dunia luar dan tetap terisolasi selama tiga abad, di mana mereka mengembangkan budaya, bahasa, seni, kebiasaan makanan, dan musik mereka sendiri.

8. Kemudian orang-orang Eropa tiba.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved