Breaking News:

Lebaran 2020

Jumlah Pemudik Turun, Ganjar Pranowo: Kami Akan Terus Lakukan Pendataan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan terus melakukan pendataan warga yang masih tinggal di daerah rantau selama pandemi COVID-19

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Instagram/@ganjarpranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan terus melakukan pendataan warga Jawa Tengah yang masih tinggal di daerah rantau selama pandemi COVID-19.

Dalam keterangan resmi, disebutkan bahwa jumlah pemudik yang kembali ke Jawa Tengah sudah mencapai 600 ribu perantau.

Hingga Selasa (21/4/2020) tercatat arus pemudik terbanyak ke Kabupaten Brebes, yakni 76.016 orang.

Dukung Larangan Mudik, Bupati Banyuwangi: Nekat Pulang Kampung, Wajib Karantina Mandiri

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo (Tribun Manado)

Selain Brebes, Kabupaten Banyumas, Pemalang, Tegal dan Wonogiri juga menjadi daerah yang paling banyak menerima pemudik. 

“Ada lima daerah dengan pemudik paling besar di Jateng selama pandemi ini. Brebes disusul Banyumas (73.463 orang), Pemalang (58.517 orang), Kabupaten Tegal (48.826 orang), dan Wonogiri (43.100 orang),” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Rabu (22/4/2020).

Semua pemudik yang pulang ke Jateng telah didata oleh pemerintah daerah setempat.

Semuanya juga mendapatkan penanganan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Tonton juga:

“Tidak hanya di kabupaten atau kota, namun di desa-desa juga mereka (pemudik) itu didata. Jadi, semua siap dengan kondisi ini,” ujarnya.

Dilihat dari kurvanya, jumlah pemudik dari kota-kota besar ke desa-desa Jateng terus menurun.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jawa Tengah, fluktuasi pemudik yang menggunakan bus terus menurun tiap harinya.

Begitu pula dengan moda transportasi lain seperti pesawat dan kereta api.

Kapal laut sempat meningkat, namun persentasenya sangat kecil.

“Secara keseluruhan, pemudik yang pulang menggunakan transportasi umum terus menurun. Kurvanya sudah mulai melandai, kami harap kondisinya akan seperti ini terus agar pencegahan penularan covid-19 dapat berhasil,” imbuh Ganjar.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada para pekerja Jateng yang ada di kota-kota besar untuk tidak mudik.

Apalagi saat ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan yang masih stay di daerah-daerah perantauan, tetap bertahan dan tidak mudik. Kami akan terus melakukan pendataan agar mereka yang tidak mudik benar-benar terjamin. Kami berharap semua berjuang untuk memutus penyebaran Covid-19 ini,” tutupnya.

Indonesia Darurat Covid-19, Menag: Jangan Mudik, di Rumah Saja

KJRI Frankfurt Imbau Warga Indonesia di Jerman Tunda Mudik Lebaran ke Tanah Air

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat PSBB, Aturan Penggunaan Transportasi Umum hingga Larangan Mudik

Mudik ke Semarang Saat Covid-19, Pemudik Wajib Lapor Barcode Aplikasi Sidatang

Alur Karantina Pemudik yang Nekat Turun di Bandara Adi Soemarmo Solo dan 4 Tempat Lainnya

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved