TRIBUNTRAVEL.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi Covid-19.
Bulan Ramadan akan segera tiba, umat Islam diperkirakan akan menjalani ibadah puasa dalam suasana berbeda karena adanya pandemi Covid-19.
Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, ibadah dan kegiatan selama bulan Ramadan dianjurkan untuk dilakukan di rumah masing-masing.
Mengutip laman Kemenag, Kamis (16/4/2020), sehubungan dengan pandemi Covid-19, Kemenag menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.
• Masih Ada Corona, Masjid Istiqlal Akan Antar Makanan Berbuka & Siapkan Tausiyah Online Saat Ramadan

"Surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19," jelas Menteri Agama, Fahrul Razi di Jakarta pada Senin (6/4/2020).
"Selain terkait pelaksanaan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, edaran ini juga mengatur tentang panduan pengumpulan dan penyaluran zakat," sambungnya.
Berikut panduan yang tertuang dalam Surat Edaran No. 6 Tahun 2020:
1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.
2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama'i (buka puasa bersama).
3. Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.
4. Tilawah atau tadarus Al Quran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al Quran.
5. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid dan musala ditiadakan.
Tonton juga:
6. Peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar ditiadakan.
7. Tidak melakukan itikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau mushala.
8. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya.
9. Agar tidak melakukan kegiatan: salat tarawih keliling, takbiran keliling dan pesantren kilat kecuali melalui media elektronik.
Takbiran cukup dilakukan di masjid atau mushala dengan menggunakan pengeras suara.
10. Silaturahim atau halal bi halal yang lazim dilaksanakan ketika Hari Raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.
"Semua panduan di atas dapat diabaikan bila pada saatnya telah diterbitkannya pernyataan resmi Pemerintah Pusat, untuk seluruh wilayah negeri atau Pemerintah Daerah untuk daerahnya masing-masing yang menyatakan keadaan telah aman dari Covid-19," pungkasnya.
• 5 Destinasi Wisata Religi di Jawa Tengah yang Biasa Dikunjungi Saat Bulan Ramadan
• Ungkap Rasa Syukur, Ini 6 Tradisi Unik di Indonesia Jelang Ramadan
• Unik dan Menarik, Ini 10 Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia
• 7 Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia, Ada Dugderan hingga Megibung
• RM Surya Benhil Tutup Sepanjang Bulan Ramadan untuk Menjaga Tradisi Minang
(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)