Breaking News:

Mengandung Lemak dan Natrium, Ini Rekomendasi Jumlah Konsumsi Mi Instan Dalam Seminggu

Orang-orang yang gemar makan mi instan dua sampai tiga kali dalam seminggu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena sindrom kardiometabolik (CMS).

recipeshubs.com
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi sebagian orang, mi instan mungkin menjadi makanan yang sering dikonsumsi.

Entah karena penggemar berat mi instan atau karena produknya cenderung murah dan bisa ditemukan di mana saja.

Mi instan merupakan makanan yang bisa dengan cepat diolah.

Kamu hanya perlu merebusnya di dalam air sebelum ditaruh di atas piring dan ditaburi bumbu-bumbu bawaan.

Kendati demikian, para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang gemar makan mi instan dua sampai tiga kali dalam seminggu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena sindrom kardiometabolik (CMS).

Mengutip Daily Mail, orang yang mengidap CMS meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung dan kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan stroke.

10 Mi Instan Paling Enak dan Populer di Korea Selatan, Bisa untuk Oleh-oleh

Seorang dokter di Baylor Heart and Vascular Hospital di Texas, Dr. Hyun Joon Shin, memimpin penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition.

Penelitian tersebut difokuskan di Korea Selatan.

Mi instan
Mi instan (ndtv.com)

Sebab, negara tersebut merupakan negara yang memiliki pemakan mi instan terbanyak di dunia.

Shin mengatakan, mi instan cenderung merusak kesehatan wanita dibandingkan pria.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved